Breaking News:

Atasi Isu Nuklir, AS Perpanjang Perjanjian New START dengan Rusia

Rusia dan AS telah bertukar catatan tentang penyelesaian prosedur internal yang diperlukan untuk memperpanjang New START pada hari Rabu kemarin.

Roslyn WARD/US AIR FORCE/AFP
Foto Angkatan Udara AS yang diperoleh 27 Januari 2021 ini menunjukkan Stratofortress B-52 Angkatan Udara AS dari 2nd Bomb Wing, Pangkalan Angkatan Udara Barksdale, Louisiana, terbang dengan F-15SA Angkatan Udara Arab Saudi selama misi satuan tugas pembom di atas Area tanggung jawab Komando Pusat AS, pada 27 Januari 2021. Sebuah pembom B-52 AS terbang di atas Timur Tengah pada 27 Januari 2021 sebagai unjuk kekuatan oleh pemerintahan baru Presiden Joe Biden saat mempersiapkan hubungan yang menantang dengan Iran, kata Pentagon. B-52H Stratofortress berkemampuan nuklir menerbangkan misi pulang-pergi dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana, ditemani pada waktu yang berbeda oleh jet tempur AS dan tanker pengisian bahan bakar, dan, pada satu titik, oleh pesawat tempur F-15 Angkatan Udara Arab Saudi. . 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Departemen Pertahanan (Pentagon) Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa perpanjangan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) dengan Rusia merupakan awal dari upaya untuk mengatasi masalah nuklir dan strategis.

Rusia dan AS telah bertukar catatan tentang penyelesaian prosedur internal yang diperlukan untuk memperpanjang New START pada hari Rabu kemarin.

Perjanjian tersebut diperpanjang tanpa ada perubahan dan penambahan selama lima tahun, dan berlaku hingga 5 Februari 2026.

"Presiden (Joe Biden) telah menjelaskan bahwa perpanjangan New START adalah awal dari upaya untuk mengatasi masalah stabilitas nuklir dan strategis," kata Juru bicara Pentagon, John Kirby dalam laporannya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (4/2/2021), menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, perpanjangan tersebut akan menjadi jaminan bahwa AS memiliki 'batas yang dapat diverifikasi' pada persenjataan nuklir Rusia.

Baca juga: Iran Tolak Pembicaraan atau Pihak Baru dalam Kesepakatan Nuklir

"Memperpanjang Perjanjian New START, memastikan kami memiliki batasan yang dapat diverifikasi pada ICBM Rusia, SLBM, dan pembom berat hingga 5 Februari 2026," kata pernyataan itu.

NATO pun menyambut baik perpanjangan tersebut dan mengatakan bahwa sekutu melihat perpanjangan perjanjian ini sebagai awal, bukan akhir dari upaya untuk mengatasi ancaman nuklir dan tantangan baru yang muncul untuk stabilitas strategis.

Rusia berharap perpanjangan New START ini akan membantu mengatasi tren penghancuran mekanisme kontrol senjata.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia menegaskan bahwa negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu siap bekerja sama dengan AS untuk memperkuat stabilitas strategis global.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved