Breaking News:

Jepang Berniat Pindahkan Hub Dunia Finansial Hong Kong ke Tokyo

Salah satu kelemahan masuknya lembaga finansial ke Jepang adalah bahasa Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hiroshi Okada, Director, Strategy Development Division, Financial Services Agency. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang sedang memfokuskan diri untuk memindahkan Hong Kong ke Tokyo agar bisa menjadi Financial Hub (penghubung) berbagai negara khususnya di Asia khususnya bidang finansial.

"Kita memang berusaha untuk menjadi financial hub di Asia kalau perlu juga dunia, memindahkan Hong Kong ke Tokyo," papar Hiroshi Okada, Director, Strategy Development Division, Financial Services Agency, Senin (8/2/2021).

Lalu apa tujuannya menjadi financial hub?

"Bukan hanya meramaikan dunia finansial Jepang tetapi juga ide dan aktivitas memberikan semangat dan pikiran visa baru bagi dunia finansial Jepang," tambahnya.

Selain itu juga untuk bisa mengelola risiko asset finansial yang ada di Jepang lebih baik lagi dan pengelolaan asset manajemen di Jepang lebih berkembang lagi.

Baca juga: Hasil Penelitian Jepang: Vaksinasi Kanker Serviks Kurangi Risiko Perkembangan Kelainan Pra-kanker

Baca juga: 11 Mobil Pemadam Kebakaran dan 2 Ambulans Bekas dari Jepang Disumbangkan ke Sulawesi Selatan

Salah satu kelemahan masuknya lembaga finansial ke Jepang adalah bahasa Jepang.

"Memang saat ini masih banyak bahasa Jepang dalam penjelasan aturan pendirian dan operasinya. Namun kita sedang berusaha menerjemahkan ke bahasa Inggris semuanya agar memudahkan kalangan asing masuk ke Jepang," papar Okada kepada Tribunnews.com.

Pajak perusahaan sekitar 30 persen di Jepang sebenarnya bukanlah masalah bagi perusahaan asing untuk masuk ke Jepang, namun bahasa Jepang yang sangat sulit menjadi hambatan utamanya.

"Bahasa Jepang dunia finansial memang tidak mudah bahkan warga Jepang dan lembaga finansial Jepang juga mungkin tidak mudah mengartikan. Oleh karena itu kita pun akan membuatkan ke dalam bahasa Inggris yang mudah dimengerti nantinya. Namun apabila ada yang mau membuka lembaga finansial di Jepang dengan senang hati kami akan menjelaskan semuanya ke dalam bahasa Inggris nantinya," lanjutnya.

Okada mengharapkan kerja sama semua pihak dalam kaitan reformasi dunia finansial Jepang saat ini sesuai keinginan PM Jepang juga agar bisa menjadikan khususnya Tokyo sebagai financial hub di Asia bahkan juga di dunia.

Okada juga melihat kemungkinan adanya saingan dari Singapura terhadap keinginan Jepang ini menjadikan sebagai financial hub.

Oleh karena itu Jepang juga akan mencari para profesional finansial agar dapat bekerja di dunia finansial di Jepang semakin memperkuat barisan finansial Jepang menuju pasar finansial dunia.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang (tersebar di 47 perfektur) baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved