Breaking News:

PM Jepang: Komentar Yoshiro Mori yang Melecehkan Wanita Tidak Bagus Bagi Kepentingan Nasional

Mori mengatakan di JOC bahwa sebuah dewan dengan banyak wanita akan memakan waktu karena kalangan perempuan dinilai banyak bicara.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga saat menjawab pertanyaan kalangan oposisi di parlemen, Senin (8/2/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menganggap pernyataan Ketua Olimpiade Yoshiro Mori yang menyinggung soal keberadaan wanita di dalam kepanitiaan Olimpiade, sebagai hal yang tidak bagus bagi kepentingan nasional Jepang.

"Pernyataan itu tidak baik untuk kepentingan nasional Jepang," kata PM Suga dalam sidang anggaran parlemen, Senin (8/2/2021).

Ditanyakan kalangan oposisi anggota parlemen Jepang apakah Mori harus mengundurkan diri, PM Suga membantahnya.

"Pihak panitia Olimpiade sendiri yang harus mengambil keputusan," kata PM Suga.

Minggu lalu, Ketua Yoshiro Mori dari Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengatakan di JOC (badan olimpiade Jepang) bahwa sebuah dewan dengan banyak wanita akan memakan waktu karena kalangan perempuan banyak bicara.

Baca juga: Pernyataannya Dinilai Merendahkan Wanita, Ketua Olimpiade Jepang Minta Maaf Usai Disemprot Menteri

Baca juga: Hasil Penelitian Jepang: Vaksinasi Kanker Serviks Kurangi Risiko Perkembangan Kelainan Pra-kanker

Setelah itu Mori meminta maaf atas ucapannya tersebut dalam jumpa pers selanjutnya.

Mengenai hal ini, Perdana Menteri Suga mengatakan kepada Komite Anggaran DPR, "Pernyataan tersebut sangat berbeda dengan kesetaraan gender, yang merupakan gagasan penting dari Olimpiade dan Paralimpiade, dan seharusnya tidak demikian. Hal itu saya pikir tidak baik untuk kepentingan nasional."

"Hal ini adalah urusan komite penyelenggara, dan ini masalah untuk dinilai oleh perusahaan independen. Juga, Ketua Mori telah minta maaf atas pernyataannya. Saya pikir ini adalah akhirnya. Saya tahu itu sudah dinyatakan," kata PM Suga.

Riset yang dilakukan lembaga penyiaran Jepang NNN bersama koran Yomiuri antara tanggal 5-7 Februari 2021 kepada 1.102 responden, menunjukkan bahwa 33 persen responden berharap agar Olimpiade diundur.

Baca juga: 20 Persen Penduduk Prefektur Mie Jepang yang Terinfeksi Covid-19 Ternyata WNA

Baca juga: DHL, Seino dan Yamato Holdings Jadi Pendistribusi Vaksin Covid-19 di Jepang

Lalu sebanyak 28 persen berharap Olimpiade ditiadakan.

Jika Olimpiade diselenggarakan maka 28 persen responden berharap tanpa penonton dan 8 persen responden setuju memasukkan penonton ke dalam stasiun olahraga.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved