Sabtu, 30 Agustus 2025

Krisis Myanmar

Layanan Internet di Myanmar Diputus Hampir Total, Militer Kerahkan Pasukan ke Seluruh Negeri

Junta kembali memutus layanan internet di Myanmar, Senin (15/2/2021). Tak hanya itu, mereka juga mengerahkan pasukan ke seluruh negeri.

Penulis: Rica Agustina
AFP
Ujuk rasa anti-kudeta Myanmar - Junta kembali memutus layanan internet di Myanmar, Senin (15/2/2021). Tak hanya itu, mereka juga mengerahkan pasukan ke seluruh negeri. 

TRIBUNNNEWS.COM - Pemerintah militer Myanmar atau junta memutus hampir total semua layanan internet yang berada di Negeri Seribu Pagoda itu, Senin (15/2/2021).

Channel News Asia melaporkan, tindakan itu dilakukan akibat aksi unjuk rasa antikudeta militer yang terus berlangsung.

Tak hanya menghentikan layanan internet, militer juga mengerahkan pasukan ke seluruh negeri untuk menumpas kericuhan yang mereka khawatirkan.

Diketahui, beberapa jam setelah dikerahkan, pasukan keamanan itu menembaki para pengunjuk rasa untuk membubarkan aksi di bagian utara negara.

Junta benar-benar telah meningkatkan upaya memandamkan aksi unjuk rasa yang menuntut kembalinya pemimpin negara yang digulingkan Aung San Suu Kyi.

Sementara itu, organisasi pengawas keamanan cyber NetBlocks melaporkan, pemutusan layanan internet telah membuat Myanmar hampir seluruhnya offline.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Kerahkan Kendaraan Tempur ke Berbagai Kota

Meski layanan internet telah diputus, aksi unjuk rasa yang terjadi di Myanmar masih bisa tersiar secara streaming di platform media sosial.

Video yang beredar menunjukkan kendaraan militer dan tentara bergerak melalui beberapa bagian negara.

Meyaksikan hal tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta kepada junta agar mengizinkan pengamat masuk ke Myanmar.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menunjuk Swiss Christine Schraner Burgener untuk mengamati secara langsung situasi di Myanmar.

Tak hanya itu, Guterres juga menyerukan kepada pihak berwenang untuk memastikan hak berkumpul secara damai sepenuhnya dihormati dan para pengunjuk rasa tidak dikenakan tindak kekerasan.

Adapun laporan yang beredar menyebut bahwa pasukan di Myitkyina menembakkan gas air mata kemudian menembaki kerumunan yang berkumpul di bagian utara kota.

Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw pada 8 Februari 2021
Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw pada 8 Februari 2021 (STR/AFP)

Seorang wartawan di tempat kejadian mengatakan tidak jelas apakah polisi telah menggunakan peluru karet atau peluru tajam.

Media berita lokal juga mengabarkan setidaknya lima jurnalis yang memantau aksi unjuk rasa telah ditahan.

Penahanan dilakukan karena ke lima jurnalis telah menerbitkan gambar beberapa orang yang terluka dalam insiden unjuk rasa antikudeta.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan