Breaking News:

Penanganan Covid

Badan Intelijen Korsel: Korut Retas Pfizer, Coba Curi Informasi tentang Vaksin & Perawatan Covid-19

Badan Intelijen Korea Selatan: Korea Utara Berusaha Curi Informasi tentang Vaksin dan Perawatan Covid-19 dengan Meretas Pfizer

Kena Betancur / AFP
Orang-orang berjalan di dekat markas besar Pfizer di New York pada 9 November 2020. Terbaru, Badan Intelijen Korsel: Korut Retas Pfizer, Coba Curi Informasi tentang Vaksin & Perawatan Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) menyebut Korea Utara (Korut) mencoba mencuri informasi tentang vaksin dan perawatan virus corona dengan meretas Pfizer Inc.

Seperti diketahui, Pfizer Inc merupakan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) yang vaksin Covid-19 nya dinilai sangat efektif.

Korea Utara berada di bawah karantina sejak menutup perbatasannya pada Januari tahun lalu.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un berulang kali menegaskan negara itu tidak memiliki kasus virus corona satu pun.

Baca juga: WHO Setujui Vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk Penggunaan Darurat

Baca juga: Malaysia Akan Terima Paket Pertama Vaksin Covid-19 Pfizer pada 21 Februari

Orang-orang berjalan di dekat markas besar Pfizer di New York pada 9 November 2020. Terbaru, Badan Intelijen Korsel: Korut Retas Pfizer, Coba Curi Informasi tentang Vaksin & Perawatan Covid-19
Orang-orang berjalan di dekat markas besar Pfizer di New York pada 9 November 2020. Terbaru, Badan Intelijen Korsel: Korut Retas Pfizer, Coba Curi Informasi tentang Vaksin & Perawatan Covid-19 (Kena Betancur / AFP)

Kepada Ha Te-keung, anggota oposisi panel Intelijen Koera Selatan, Badan Intelijen Seoul "memberi tahu bahwa Korea Utara mencoba mendapatkan teknologi yang melibatkan vaksin Covid-19 dan pengobatan untuk meretas Pfizer".

Menyoal hal ini, Ha tidak merinci waktu atau keberhasilan upaya tersebut.

Mengutip Al Jazeera, kantor Ha mengkonfirmasi komentarnya tetapi tidak memberikan rincian.

Kantor Pfizer di Asia dan Korea Selatan belum memberikan komentar.

Pengungkapan hari Selasa mengikuti upaya tahun lalu oleh tersangka peretas Korea Utara untuk membobol sistem setidaknya sembilan perusahaan perawatan kesehatan termasuk Johnson & Johnson, Novavax dan AstraZeneca.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan pihaknya juga menggagalkan upaya tetangganya untuk meretas perusahaan Korea Selatan yang mengembangkan vaksin virus corona.

Baca juga: Kim Yo-jong Muncul Lagi, Adik Pemimpin Korut Kim Jong-un Itu Kecam Keras Menlu Korsel

Baca juga: Vaksin Pfizer Tiba di Jepang, Hari Ini Mulai Didistribusikan ke Seluruh Wilayah

Gambar ini diambil pada 14 Januari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 15 Januari menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat dari tribun selama parade militer merayakan Kongres ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang.
Gambar ini diambil pada 14 Januari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 15 Januari menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat dari tribun selama parade militer merayakan Kongres ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Pyongyang. (KCNA VIA KNS/AFP)
Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved