Senin, 11 Mei 2026

Laporan Internasional Ungkap Strategi Pakistan Bungkam Kritik di Luar Negeri

Dalam tiga tahun terakhir, sejak Munir menjabat sebagai kepala tentara, tangan pemaksaan negara meluas jauh melampaui perbatasan

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Tangkap layar X
Bendera Pakistan - Dalam tiga tahun terakhir, jurnalis, aktivis, hingga lawan politik di kalangan diaspora diduga menjadi target . 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Represi transnasional di Pakistan berlangsung intensif di bawah kepemimpinan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir.

Dikutip dari laporan European Times, Sabtu (11/10/2025), hal ini terjadi karena dirinya diduga memiliki kekuasaan absolut yang direstui negara.

Menurut berita tersebut, dalam tiga tahun terakhir, sejak Munir menjabat sebagai kepala tentara, pemaksaan meluas jauh melampaui perbatasan Pakistan.

 

Targetnya kini mencakup jurnalis, aktivis, hingga lawan politik di kalangan diaspora.

Korban paling terlihat adalah para jurnalis, yang kisahnya menggambarkan sejauh mana jangkauan kekuasaan Pakistan.

Pada Oktober 2022, pembawa acara televisi senior Arshad Sharif—yang melarikan diri dari kasus penghasutan dan ancaman militer—ditembak mati di Kenya.

Pengadilan Kenya kemudian menyatakan pembunuhan itu melanggar hukum, namun keadilan tetap sulit dijangkau dan kecurigaan terhadap keterlibatan militer Pakistan terus menghantui.

Sementara pada Maret 2025, reporter investigasi Ahmad Noorani menerbitkan laporan tentang meluasnya pengaruh Munir.

Hanya beberapa hari kemudian, saudara-saudaranya di Islamabad diculik, dan seorang rekan di Balochistan menghilang.

Segera sesudahnya, kanal YouTube miliknya diblokir di Pakistan sebagai bagian dari 'penyelidikan kejahatan dunia maya'.

Kasus-kasus semacam ini dikecam internasional lantaran dinilai sebagai bentuk penindasan lintas negara.

Represi Transnasional

Namun represi itu kini meluas ke ranah politik, terutama terhadap mereka yang berafiliasi dengan Imran Khan dan partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).

Sejak penggulingan Khan pada 2022, militer Pakistan melancarkan kampanye sistematis untuk membongkar kekuatan organisasi PTI.

Ribuan anggota partai dipenjara, dibunuh, atau dipaksa meninggalkan Khan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved