Breaking News:
Deutsche Welle

Kisah Korban Penyiksaan Suriah yang Temukan Keadilan di Jerman

Luna Watfa sebelumnya dipenjara oleh dinas rahasia Suriah atas perjuangannya mengungkap ketidakadilan. Kini, Luna menemukan keadilan…

Luna bersikap apolitis sebelum demonstrasi pertama melawan rezim Bashar al-Assad terjadi pada Maret 2011. "Saya tidak tahu apa yang terjadi di negara ini. Saya tidak mendukung pemerintah atau menentangnya," katanya.

Tetapi kemudian lulusan hukum itu mulai membaca buku-buku tentang sejarah Suriah dan tentang kejahatan keluarga Assad. Wawasan itu akhirnya membuatnya mengerti mengapa orang-orang turun ke jalan.

Setelah sekitar lima bulan membaca dengan intens, Luna ikut serta dalam aksi demonstrasi. Dia membantu pengungsi dari daerah lain yang datang ke Damaskus.

Atas saran seorang teman, Luna menjadi jurnalis warga. Selama setahun, dia mempelajari tentang jurnalisme online, dibantu oleh organisasi Suara Suriah.

Dengan nama samaran Luna, dia memulai program di sebuah stasiun online pada pertengahan 2013.

"(Menyebarkan informasi) tentang mayat yang ditemukan di Damaskus," kenangnya. "Tapi tidak ada yang tahu siapa mereka. Saya menyebarkan informasi tentang orang-orang ini, dan ketika kerabat mendengarnya, mereka bisa menelepon dan berkata, 'Ini ayah atau anak saya.'"

Luna juga menginformasikan serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus, Ghouta Timur pada Agustus 2013. Bekerja sama dengan kenalannya dari pinggiran kota, Luna memutuskan untuk mendokumentasikan pembantaian itu.

"Kami mengambil banyak foto dan video. Saya menggunakannya sendiri untuk mendokumentasikan 800 nama korban." Dia mengirim informasi bahan peledak ke oposisi Suriah di luar negeri. "Itu tersimpan di USB," dan saat itulah badan intelijen mulai mencari Luna.

Diseret dengan mata tertutup

Sekitar empat bulan kemudian, penyiksaan itu terjadi.

Menjelang akhir 2013, Luna berada di Damaskus, membantu orang-orang mengungsi. Tiga mobil berhenti, belasan petugas keamanan keluar. Seseorang menanyakan namanya di kartu identitasnya. "Kemudian mereka membawa saya ke salah satu mobil," kenangnya.

Halaman
1234
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved