Sabtu, 30 Mei 2026

3 Wanita Pekerja Media di Afghanistan Timur Ditembak Mati Sepulang Kerja

Tiga wanita yang bekerja di perusahaan media Kota Jalalabad, Afghanistan timur ditembak mati sepulang kerja pada Selasa (2/3/2021).

Tayang:
NOORULLAH SHIRZADA / AFP
Kerabat dan pelayat melakukan doa pemakaman di atas peti mati salah satu dari tiga pekerja media wanita yang ditembak mati dalam dua serangan terpisah, di Jalalabad pada 3 Maret 2021. 

"Serangan terhadap rekan senegaranya yang tidak bersalah, terutama wanita, bertentangan dengan ajaran Islam, budaya Afghanistan dan semangat perdamaian," kata dia.

Jurnalis, cendekiawan agama, aktivis hingga hakim semuanya menjadi sasaran dalam gelombang teror politik.

Hal ini telah menyebarkan kepanikan di seluruh Afghanistan dan memaksa banyak orang bersembunyi.

Beberapa orang bahkan melarikan diri dari negara itu.

Baca juga: Kaleidoskop Internasional Maret 2020: Penyelidikan Kejahatan Perang Afghanistan hingga Covid-19

Foto Pres. Afghanistan Ashraf Ghani
Foto selebaran ini diambil pada 23 Februari 2021 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan menunjukkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara selama upacara di Istana Kepresidenan di Kabul, ketika Afghanistan meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19.

Peristiwa Serupa

Pada Januari 2021, Bismellah Adel Aimaq yang berusia 28 tahun tewas di dekat kota Firoz Koh di provinsi Ghor.

Bismellah Adel Aimaq adalah pemimpin redaksi stasiun radio Sada-e-Ghor (Suara Ghor),

Pada Desember 2020, orang-orang bersenjata membunuh Malala Maiwand, seorang pembawa berita wanita di Enikass dan sopirnya di Jalalabad.

Afiliasi dari kelompok bersenjata ISIS, yang berbasis di Afghanistan timur mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pembunuhan pada Selasa kemarin dan menuntut penyelidikan pemerintah atas pembunuhan jurnalis sebelumnya.

Tanpa menjelaskan lebih lanjut dikatakan, penyelidikan serangan di masa lalu "tidak memuaskan sama sekali, sesuatu yang perlu diubah".

Institut Pers Internasional yang berbasis di Wina menyebut pembunuhan itu sebagai "tindakan tak termaafkan".

Baca juga: Bom Hantam Mobil Anggota Parlemen Afghanistan, Tewaskan 9 Wanita dan Anak-anak

Logo Stasiun Enikass  TV. Tiga wanita yang bekerja di perusahaan media di kota Jalalabad, Afghanistan timur ditembak mati sepulang kerja pada Selasa (2/3/2021).
Logo Stasiun Enikass TV. Tiga wanita yang bekerja di perusahaan media di kota Jalalabad, Afghanistan timur ditembak mati sepulang kerja pada Selasa (2/3/2021). (Twitter Enikass TV)

Korban ke-15 dalam 6 Bulan

Mengingat proses perdamaian yang semakin kritis, Afghanistan dianggap sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi pekerja media.

Pembunuhan yang terjadi pada Selasa kemarin menambah jumlah pekerja media yang terbunuh di negara itu menjadi 15 dalam enam bulan terakhir.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved