3 Wanita Pekerja Media di Afghanistan Timur Ditembak Mati Sepulang Kerja
Tiga wanita yang bekerja di perusahaan media Kota Jalalabad, Afghanistan timur ditembak mati sepulang kerja pada Selasa (2/3/2021).
Pembunuhan meningkat sejak pembicaraan damai diluncurkan tahun lalu antara pemerintah Afghanistan dan Taliban sebagai upaya terbaru untuk mengakhiri konflik selama beberapa dekade.
Pejabat Afghanistan dan AS menyalahkan Taliban atas gelombang kekerasan tersebut, tetapi kelompok itu membantah tuduhan tersebut.
"Serangan ini dimaksudkan untuk mengintimidasi, dimaksudkan untuk membuat wartawan gemetar ketakutan," kata Keduataan AS di Kabul dalam pernyataan.
"Para pelaku berharap untuk melumpuhkan kebebasan berbicara di negara tempat media berkembang selama 20 tahun terakhir. Ini tidak bisa ditoleransi," tambah pernyataan itu.
Baca juga: Serangan Bom saat Konvoi Anggota Parlemen Afghanistan, Seorang Sumber: Ledakannya Dahsyat
Pembunuhan itu terjadi ketika utusan khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad kembali ke Kabul minggu ini.
Rencananya, Zalmay Khalilzad akan bertemu dengan para pemimpin Afghanistan dalam upaya menghidupkan kembali proses perdamaian.
Kedatangan Khalilzad menandai pertama kalinya dia kembali ke Afghanistan sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari 2021 dan memintanya untuk tetap di jabatannya.
Pemerintahan Donald Trump, yang ingin mengakhiri perang terpanjang di Amerika Serikat, menugaskan diplomat veteran itu untuk bernegosiasi dengan Taliban, yang berpuncak pada kesepakatan yang ditandatangani di Qatar pada 29 Februari 2020.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pekerja-media-ditembak-di-afghanistan.jpg)