Breaking News:

Krisis Myanmar

Polisi dan Tentara Tembaki Demonstran, 6 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Myanmar

Setidaknya enam orang tewas ketika pasukan keamanan Myanmar menembaki pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Rabu (3/3/2021)

STR / AFP
Para pengunjuk rasa membuat barikade di seberang jalan dengan longyi, pakaian tradisional yang banyak dikenakan di Myanmar, selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 3 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Setidaknya enam orang tewas ketika pasukan keamanan Myanmar menembaki pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Rabu (3/3/2021), france24.com mengabarkan.

Myanmar masih berada dalam kekacauan sejak 1 Februari lalu ketika militer melakukan kudeta dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, yang kemudian memicu protes massa setiap harinya.

Tekanan internasional meningkat, Amerika telah berulang kali menjatuhkan sanksi kepada para jenderal, sementara Inggris telah menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat.

Tetapi junta mengabaikan kecaman global tersebut, yang justru menghadapi pemberontakan dengan kekerasan.

Pasukan keamanan menggunakan kekuatan mematikannya lagi pada demonstran pada hari Rabu.

Empat orang ditembak mati selama protes di sebuah kota di Myanmar tengah, menurut petugas medis yang berbicara kepada AFP melalui telepon.

Dua pengunjuk rasa lainnya tewas sekitar dua jam perjalanan dari Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu, kata petugas medis kepada AFP.

Baca juga: Polisi Myanmar Kembali Tembaki Demonstran, Empat Orang Tewas

Baca juga: Unjuk Anti-Kudeta Myanmar: 2 Demonstran di Mandalay Tewas Terkena Peluru Pasukan Keamanan

Situasi Myanmar. Seorang pengunjuk rasa berlari sebagai pasukan keamanan (atas L) mengarahkan senjata selama demonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay pada 2 Maret 2021.
Situasi Myanmar. Seorang pengunjuk rasa berlari sebagai pasukan keamanan (atas L) mengarahkan senjata selama demonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay pada 2 Maret 2021. (STR / AFP)

Salah satu korban di Mandalay ditembak di kepala dan satu lagi di dada, menurut seorang dokter, yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebuah protes di pusat kota Myingyan juga berubah menjadi kekerasan.

"Mereka menembakkan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam," kata seorang relawan medis di tempat kejadian kepada AFP, menambahkan bahwa sedikitnya 10 orang terluka.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved