Krisis Myanmar
Polisi dan Tentara Tembaki Demonstran, 6 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Myanmar
Setidaknya enam orang tewas ketika pasukan keamanan Myanmar menembaki pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Rabu (3/3/2021)
Kekerasan hari Rabu terjadi setelah para menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara - termasuk perwakilan junta Myanmar Wunna Maung Lwin - membahas krisis tersebut pada pertemuan virtual.
Setelah pembicaraan tersebut, Retno Marsudi dari Indonesia mengungkapkan rasa frustrasi atas kurangnya kerja sama junta.
Singapura - yang merupakan investor terbesar Myanmar - mengutuk penggunaan kekuatan mematikan oleh pihak berwenang, dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan kepada BBC bahwa aksi itu "tidak dapat diterima"
Jurnalis didakwa
Masih dilansir france24.com, fotografer AP Thein Zaw (32), ditangkap pada hari Sabtu saat dia meliput demonstrasi di pusat komersial Myanmar Yangon, ujar pengacaranya kepada AFP pada hari Rabu.
Thein Zw dan lima jurnalis Myanmar lainnya telah didakwa berdasarkan undang-undang karena "menyebabkan ketakutan, menyebarkan berita palsu atau membuat marah pegawai pemerintah secara langsung atau tidak langsung", menurut pengacara Tin Zar Oo.
Junta telah mengubah undang-undang bulan lalu, untuk meningkatkan hukuman maksimal dari dua tahun menjadi tiga tahun penjara.
"Ko Thein Zaw hanya melaporkan sejalan dengan undang-undang kebebasan pers, dia tidak memprotes, dia hanya melakukan pekerjaannya," kata pengacaranya, Tin Zar Oo, menambahkan bahwa keenamnya ditahan di penjara Insein di Yangon.
Lima jurnalis lainnya berasal dari Myanmar Now, Myanmar Photo Agency, 7Day News, Zee Kwet Online news dan seorang freelancer, menurut AP.
Wakil presiden berita internasional AP Ian Philips menyerukan agar Thein Zaw segera dibebaskan.
"Jurnalis independen harus diperbolehkan memberitakan berita dengan bebas dan aman tanpa takut akan pembalasan," katanya.
Menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 1.200 orang telah ditangkap sejak kudeta, dengan sekitar 900 orang masih di balik jeruji besi atau menghadapi dakwaan.
Tetapi jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Media yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa pada hari Minggu saja lebih dari 1.300 orang telah ditangkap.
AAPP mengatakan bahwa 34 wartawan termasuk di antara mereka yang ditahan, dengan 15 orang sejauh ini telah dibebaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/myanmar-para-pengunjuk-rasa-membuat-barikade.jpg)