Breaking News:

Sentimen Anti-Asia Meningkat di AS, WNI di Sana Lebih Waspada, Ini Unek-unek Mereka

Kampanye Stop Asian Hate terus digaungkan menyusul tingginya sentimen anti-Asia di Amerika Serikat.

Apu GOMES / AFP
Julie Tran memegang teleponnya saat menyalakan lilin di Garden Grove, California, pada 17 Maret 2021 untuk bersatu melawan serentetan kekerasan baru-baru ini yang menargetkan orang Asia dan untuk mengungkapkan kesedihan dan kemarahan setelah penembakan yang menewaskan delapan orang di Atlanta, Georgia, termasuk setidaknya enam wanita Asia. 

TRIBUNNEWS.COM - Kampanye Stop Asian Hate terus digaungkan menyusul tingginya sentimen anti-Asia di Amerika Serikat. Bagaimana nasib WNI di negeri tersebut?

Robert Cratius, diaspora Indonesia berusia 40 tahun yang menetap di Philadelphia, kini merasa harus lebih waspada dibanding sebelum merebaknya pandemi.

Bukan karena pandemi yang sudah menelan lebih dari 550.000 korban jiwa, tetapi karena virus lain yang lebih berbahaya, yaitu virus sentimen terhadap warga Asia.

“Kalau dibanding sebelum Covid-19, saya merasa harus lebih waspada,” ujar Robert ketika diwawancarai VOA, Jumat (19/3/2021) lalu.

Butet Luhcandradini, yang sudah 12 tahun tinggal di Amerika dan kini menetap di Silver Spring, Maryland, juga merasakan hal yang sama.

Baca juga: Penembakan Brutal di Atlanta Tewaskan 4 Warga Keturunan Asia, WNI Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Butet mengaku pada dasarnya ia penakut dan sering khawatir jika mendengar insiden penembakan massal.

“Tapi sekarang jadi lebih menghindar lagi jalan sendiri malam-malam... atau pulang dari Metro (kereta api) ke parkiran jadi agak takut-takut,” ujarnya.

“Dulu yang meresahkan kalau ketemu tunawisma yang kumat. Sekarang lebih takut lagi karena persentase orang yang kena aksi kekerasan naik. Bukan hanya dari tunawisma,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wulan Surgener, ibu satu putri yang sudah 15 tahun menetap di Charlottesville, Virginia, dan “jadi lebih khawatir ketika berada di tempat umum.”

Aktivis berpartisipasi dalam aksi berjaga sebagai tanggapan atas penembakan spa Atlanta 17 Maret 2021 di daerah Chinatown di Washington, DC. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di tiga spa di daerah Atlanta, Georgia, sehari sebelum menewaskan delapan orang, termasuk enam wanita keturunan Asia.
Aktivis berpartisipasi dalam aksi berjaga sebagai tanggapan atas penembakan spa Atlanta 17 Maret 2021 di daerah Chinatown di Washington, DC. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di tiga spa di daerah Atlanta, Georgia, sehari sebelum menewaskan delapan orang, termasuk enam wanita keturunan Asia. (ALEX WONG / AFP)

Sama seperti Henny Kusumawati, yang sejak 2011 tinggal di Atlanta, Georgia, kota di mana insiden penembakan yang menewaskan delapan orang – termasuk enam perempuan Asia – terjadi Selasa lalu (16/3/2021).

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved