Breaking News:

Serangan Jet Tempur Rusia Hantam Kamp Pemberontak Suriah

Sebuah fasilitas gas dihantam di dekat kota Sarmada di provinsi Idlib, tetapi tidak ada laporan tentang korban jiwa.

istimewa
Ilustrasi: Su-34. 

TRIBUNNEWS.COM, DAMASKUS - Serangan rudal yang berasal dari jet Rusia menghantam kamp pelatihan pemberontak di Suriah barat laut dekat perbatasan Turki pada Minggu (21/3/2021).

Menurut sejumlah saksi dan sumber dari kelompok pemberontak, serangan di sebuah rumah sakit di dekat daerah tersebut menewaskan tujuh warga sipil dan melukai 14 petugas medis.

Melansir Reuters, sumber tersebut mengatakan rudal Rusia juga menghantam kota Qah, sementara serangan udara Rusia mendekati kamp-kamp pengungsi padat penduduk di sepanjang perbatasan dengan Turki.

Baca juga: Gegara MU, Fiorentina Wajib Siap Siaga jadi Pelampiasan Amarah AC Milan, Posisi Rossoneri Krusial

Sebuah fasilitas gas dihantam di dekat kota Sarmada di provinsi Idlib, tetapi tidak ada laporan tentang korban jiwa.

Juru bicara Tentara Nasional, aliansi pemberontak yang didukung Turki di barat laut, mengatakan Rusia, yang mendukung pemerintah di Damaskus, berusaha untuk mengguncang kubu pemberontak terakhir di Suriah. Akan tetapi, serangan itu tidak menandakan serangan besar yang akan segera terjadi terhadap Idlib.

“Serangan udara Rusia terus berlanjut. Rudal balistik juga menghantam daerah yang dekat dengan pusat sipil. Mereka berusaha menabur kekacauan dan kebingungan," jelas Mayor Youssef Hamoud mengatakan kepada Reuters.

Baca juga: Pria Berusia Seabad Lebih Pilih Tinggal di Kuburan Desa, Ungkap Alasan dan Pengalaman Mistis

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan sebuah rudal yang diluncurkan oleh pasukan pemerintah Suriah telah menghantam Qah dan sebuah truk serta tempat parkir trailer di dekat Sarmada. Dalam peristiwa tersebut, ada tujuh warga sipil yang terluka.

Disebutkan, sebuah pernyataan telah dikirim ke Rusia untuk meminta serangan dihentikan segera dan pasukan Turki telah disiagakan.

Belum ada komentar langsung dari Moskow atas laporan ini.

Seorang wanita dan seorang anak termasuk di antara tujuh warga sipil yang tewas ketika mortir menghantam rumah sakit di kota Atareb.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved