Breaking News:

Pengawas Media Rusia Minta Twitter Hapus Akun Outlet Berita Oposisi Kremlin

Layanan Federal Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi dan Media Massa Rusia meminta pihak Twitter menghapus akun outlet berita oposisi Kremlin.

Layanan pers pengadilan distrik Babushkinsky Moskow / AFP
Tangkapan layar ini dari rekaman selebaran yang disediakan oleh kantor pers pengadilan distrik Babushkinsky pada 20 Februari 2021, menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di dalam sel kaca selama persidangan di Moskow. Lawan Kremlin yang paling menonjol Alexei Navalny menghadapi dua keputusan pengadilan pada hari Sabtu yang dapat menutup putusan hakim untuk memenjarakannya selama beberapa tahun, setelah ia kembali ke Rusia menyusul serangan keracunan. 

TRIBUNNEWS.COM - Layanan Federal untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi dan Media Massa (Roskomnadzor) meminta pihak Twitter untuk menghapus akun outlet berita oposisi Kremlin.

Permintaan ini disampaikan Roskomnadzor menyusul ancaman dari Moskow yang akan memblokir jaringan sosial, jika "konten terlarang" tidak dihapus dalam waktu satu bulan.

Mengutip Al Jazeera, langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap media sosial dan oposisi Kremlin, setelah protes para pendukung kritikus Presiden Vladimir Putin, Alexei Navalny dipenjara.

Baca juga: Rusia-AS Memanas, Presiden Joe Biden Sebut Vladimir Putin sebagai Pembunuh

Baca juga: Para Pemimpin Uni Eropa Mengutuk Hukuman Penjara 3,5 Tahun Terhadap Oposisi Rusia Alexei Navalny

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dan istrinya Yulia terlihat di titik pemeriksaan paspor di bandara Sheremetyevo Moskow pada 17 Januari 2021. Polisi Rusia menahan kritikus Kremlin Alexei Navalny di bandara Moskow tak lama setelah dia mendarat dalam penerbangan dari Berlin, seorang jurnalis AFP di tempat kejadian berkata.
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dan istrinya Yulia terlihat di titik pemeriksaan paspor di bandara Sheremetyevo Moskow pada 17 Januari 2021. Polisi Rusia menahan kritikus Kremlin Alexei Navalny di bandara Moskow tak lama setelah dia mendarat dalam penerbangan dari Berlin, seorang jurnalis AFP di tempat kejadian berkata. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Pengerahan massa pendukung Alexei Navalny dilakukan dengan pesan yang diunggah ke platform daring.

Menurut analisis, ancaman untuk meminta Twitter menghapus outlet berita oposisi Rusia merupakan langkah pertama dalam kampanye yang dinilai dapat menyebabkan pemblokiran jaringan lain di Kremlin.

Sebagian besar media lokal dikontrol ketat oleh negara.

Pengawas Roskomnadzor menghubungi Twitter agar pihaknya menghapus akun Media MBKh, outlet berita yang didirikan oleh Mihkail Khodorkovsky.

"Khodorkovsky dikenal sebagai seorang oligarki yang diasingkan dan kritikus Putin, " kata kelompok media itu pada hari Rabu.

Baca juga: Polisi Rusia Tahan Lebih 2.700 Demonstran yang Protes Penahanan Navalny

Baca juga: Polisi Moskow Menangkap Saudara Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny

Terjemahan: Roskomnadzor mengambil tindakan untuk melindungi warga Rusia dari pengaruh konten ilegal

Media MBKh Dituduh Melanggar Hukum

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved