Breaking News:

Drone Kamikaze Zala Lancet Rusia Sukses Hantam Target Teroris di Suriah

Drone, yang telah digunakan di Suriah selama beberapa tahun, telah menjadi kendaraan udara tak berawak (UAV) militer Rusia yang efektif.

Kalashnikov Group
Drone Zala Lancet 1 ini yang turut dikerahkan di perang Suriah sejak dua tahun lalu. Drone kamikaze ini dianggap sangat efektif menggempur sasaran seacara senyap. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Saluran televisi Veste Rusia mempublikasikan video yang menunjukkan penggunaan drone kamikaze Lancet buatan Kalashnikov Group.

Pesawat nirawak itu digunakan untuk menggempur sasaran-sasaran kelompok militan pemberontak di Suriah.

Drone, yang telah digunakan di Suriah selama beberapa tahun, telah menjadi kendaraan udara tak berawak (UAV) militer Rusia yang efektif, namun jauh dari publikasi.

Video saluran Veste menunjukkan drone menyerang kendaraan jip yang digunakan kelompok militan, yang ditunjukkan adanya dudukan senapan mesin di atas kabin kemudi mobil.

"Pesawat mendekati targetnya dengan kecepatan sekitar 300 kilometer per jam, dan tidak ada tempat untuk melarikan diri," kata Alexander Zakharov, kepala insinyur Zala Aero Group, kepada Veste dikutip Al Masdar News, Minggu (18/5/2021).

Baca juga: Militer AS Kawal Konvoi Truk Berisi Minyak Curian dari Suriah ke Irak

Baca juga: Pasukan Udara Israel Gempur Sasaran Militer Dekat Damaskus Suriah

Baca juga: Serangan Jet Tempur Rusia Hantam Kamp Pemberontak Suriah

Lancet diluncurkan dari ketapel dan terbang dengan bantuan motor listrik. Drone itu bekerja lebih tenang daripada yang lain karena lebih ringan dan lebih ramping.

Drone kamikaze itu itu juga sarat amunisi seberat sekitar 12 kilogram dan muat di dalam kotak sempit di bodi pesawat buatan Zeta Aero, anak perusahaan Kalahnikov Group.

Menurut situs web, Deagel, “Zala Lancet, juga dikenal sebagai Lantset, adalah pesawat tak berawak kamikaze yang dikembangkan Zala Aero.

Didesain menargetkan sasaran di darat, di udara dan/atau di air mengikuti persyaratan Angkatan Darat Rusia.

Sistem senjata baru ini memiliki jangkauan maksimum 40 kilometer dan dapat melakukan serangan presisi secara otonom.

Halaman
12
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved