Breaking News:

Penanganan Covid

Pertemuan ECOSOC PBB, Menlu Retno: Virus Covid-19 Ujian Bagi Solidaritas Global

Pertemuan menggarisbawahi bahaya ketimpangan distribusi vaksin yang akan berdampak epidemiologis dan ekonomi yang sangat merugikan semua negara.

Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyerukan kembali solidaritas global untuk memastikan akses Vaksin Covic-19 yang berkeadilan dan merata.

Hal ini ia sampaikan di Pertemuan Khusus para Menteri Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) PBB bertema “Vaccine for All” yang dilaksanakan secara virtual Jumat (16/4/2021) malam.

"Virus ini adalah ujian bagi solidaritas kita. Banyak resolusi dan deklarasi telah dikeluarkan. Inilah saatnya bagi kita untuk mewujudkan kata-kata kita ke dalam aksi nyata," kata Menlu Retno lewat keterangannya.

Retno mengatakan solidaritas global harus diperkuat untuk mendukung kesetaraan akses terhadap vaksin.

Di antaranya melalui peningkatan produksi, intensifikasi kerja sama transfer teknologi, termasuk melalui perjanjian lisensi yang terbuka dan transparan.

Baca juga: Memasuki Gelombang ke-4 Covid-19 di Jepang, Deklarasi Darurat Kemungkinan Kembali Diberlakukan

Pada pertemuan malam itu, Menlu RI juga menyerukan penghapusan restriksi ekspor dan mengakhiri segala bentuk politisasi vaksin.

Ia mengatakan COVAX telah menjangkau pasokan vaksin bagi lebih dari 100 negara pada 6 benua di dunia.

Namun demikian, masih terdapat tantangan akses dan distribusi, di mana hanya 0,2 persen dari vaksin tersebut yang didistribusikan ke negara-negara berpenghasilan rendah.

"Kita tidak bisa membiarkan kesenjangan global ini menggagalkan perjuangan kita melawan pandemi, terutama di tengah ancaman gelombang ketiga Covid-19," tegas Menlu.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved