Breaking News:

Pengadilan Tokyo Jepang Tolak Gugatan Warga terhadap Suara Bising dari Katak Milik Tetangga

Pria itu mengklaim dalam gugatan bahwa katak telah berkembang biak di kolam tetangga sejak Mei tahun lalu dan seolah bersuara dari pagi hingga malam.

Foto Gyro
Katak atau kodok 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hakim Pengadilan Distrik Tokyo menolak gugatan seorang pria warga Itabashi-ku yang menggugat tetangganya ganti rugi sebesar 750.000 yen atas suara katak yang menyebabkan kebisingan.

"Kulit kodok adalah salah satu suara alam, dan tidak bisa dikatakan melebihi batas yang bisa ditolerir. Kecuali kalau ada pihak-pihak yang sengaja membesarkan suara itu sehingga menjadi bising," papar hakim Tatsuya Masuru dari Pengadilan Distrik Tokyo yang memutuskan kasus tuntutan masyarakat Itabashi-ku, Jumat (23/4/2021) lalu.

Gugatan di mana seorang pria meminta tetangganya untuk "menyingkirkan semua katak" dan mengganti kerugian sebesar 750.000 yen atas "masalah kebisingan" yang terjadi di daerah pemukiman di Itabashi-ku, Tokyo.

Baca juga: Virus Corona B1617 dari India Masuk Jepang, 5 Pasien Positif Terinfeksi

Hakim Tatsuya mengeluarkan putusan menolak permintaan penggugat.

Pria itu mengklaim dalam gugatan bahwa katak telah berkembang biak di kolam tetangga sebelah sejak Mei tahun lalu dan seolah bersuara menangis dari pagi hingga larut malam.

Dia mengukur tingkat kebisingan dan mengeluh bahwa suara kebisingan katak telah mencapai 66 desibel, yang melebihi standar lingkungan kota.

Standar lingkungan kota di Jepang sesuai UU Lingkungan hidup antara 45 sampai dengan 60 desibel.

Angka desibel katak tersebut berada pada level yang sama dengan "suara alarm jam".

Baca juga: Hasil Pemilu 3 Wilayah di Jepang Besok akan Menentukan Popularitas LDP dan Pemerintahan PM Suga

Di sisi lain, tergugat mendalilkan bahwa "hanya 6 sampai 7 katak pohon kecil yang hidup".

Putusan tersebut juga memutuskan bahwa "tidak ada bukti suara seperti yang diklaim oleh penggugat, dan jika ada, itu harus diterima sebagai suara yang wajar."

Seorang pengacara laki-laki berkata, "Sulit untuk membuktikan kebisingan. Saya ingin menyelesaikannya melalui diskusi di masa mendatang."

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan digunakan sebagai tempat belanja para WNI dan orang Jepang yang ada di Jepang . Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved