Breaking News:

Penanganan Covid

Krisis Pandemi Covid di India Kian Mengerikan, Inggris hingga Turki Tawarkan Bantuan

RS di India kehabisan pasokan oksigen dan keluarga dibiarkan menangkut sendiri orang yang terpapar Covid dari rumah sakit ke rumah sakit.

Twitter @MEAIndia
Bantuan peralatan medis dari Inggris untuk India. India, dengan populasi 1,3 miliar, memiliki penghitungan resmi lebih dari 17,6 juta infeksi virus corona, meskipun para ahli kesehatan mengatakan angka tersebut mungkin berjalan lebih tinggi. 

“UE mengumpulkan sumber daya untuk menanggapi dengan cepat permintaan bantuan India melalui Mekanisme Perlindungan Sipil UE,” cuit ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

“Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan rakyat India!”

Pada Senin seorang pejabat Uni Eropa mengkonfirmasi bahwa India telah meminta oksigen medis dan obat antivirus Remdesivir dan mengatakan bantuan tersebut dapat segera tersedia.

Irlandia

Menteri Kesehatan Irlandia Stephen Donnelly mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Senin bahwa negara itu akan menyumbangkan 700 konsentrator oksigen ke India dengan dukungan UE.

Jerman

Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan dalam konferensi pers Senin bahwa mereka mengirim ventilator ke India, antibodi monoklonal, obat Remdesivir, serta masker bedah dan pelindung N95.

Juru bicara Kanselir Angela Merkel mengatakan pada Minggu bahwa Jerman "segera mempersiapkan misi dukungan".

Kementerian Pertahanan India mengatakan pada Jumat bahwa mereka mengimpor 23 pabrik dan kontainer pembangkit oksigen bergerak dari Jerman, yang akan diangkut melalui udara dan tiba di India dalam waktu seminggu.

Baca juga: Enam Hari Berturut-turut, India Masih Catat Lebih 300 Ribu Kasus Baru Covid-19

Perancis

Istana Kepresidenan Elysee mengatakan Senin, Prancis akan memasok India dengan "bantuan medis yang substansial".

Pengiriman ke India akan mencakup generator oksigen, respirator dan wadah kriogenik dan akan dimulai akhir pekan depan.

Baca juga: Guru Besar FKUI : Mutasi Virus Covid-19 di India Harus Diwaspadai

Pakistan

Pakistan menawarkan untuk mengirim peralatan medis dan persediaan setelah Perdana Menteri Imran Khan men-tweet doa pada hari Sabtu untuk "pemulihan yang cepat".

"Sebagai tanda solidaritas dengan rakyat India setelah gelombang COVID-19 saat ini, Pakistan telah menawarkan untuk memberikan dukungan bantuan ke India termasuk ventilator, BiPAP, mesin sinar-X digital, APD dan barang-barang terkait," tulis Menteri Shah Mahmood Qureshi.

Dalam sebuah surat Jumat yang ditujukan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi, pengelola wali amanat Yayasan Edhi Pakistan Faisal Edhi berjanji untuk mengirim India sekitar 50 ambulans.

Edhi Foundation menjalankan klinik dan panti asuhan di seluruh Pakistan sambil mengelola armada ambulans di beberapa kota terpadat di Pakistan.

Rusia

Perusahaan farmasi Rusia Pharmasyntez mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya siap untuk mengirimkan hingga satu juta bungkus pengobatan Remdesivir COVID-19 ke India pada akhir Mei, setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Rusia.

Dalam komentarnya kepada kantor berita Reuters, pembuat obat Rusia itu mengatakan sedang menunggu dasar hukum yang dapat digunakan untuk mengirimkan versi generik yang diproduksi untuk obat COVID-19 AS Remdesivir.

Baca juga: Varian Corona dari India Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Jangan Mudik

Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor.
Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor. (Tribun Palu)

Turki

Sumber diplomatik menegaskan bahwa Turki telah menawarkan bantuan ke India.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara melalui telepon dengan mitranya dari India Subrahmanyam Jaishankar dan menyampaikan harapan baiknya kepada India.

Berita lain terkait Krisis Pandemi Virus Corona di India

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved