Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Ditemukan di Kebun Binatang Singa, Pemerintah India Minta Warganya Tidak Panik

Kendati Otoritas Kebun Binatang Pusat telah mengambil beberapa langkah pencegahan, kementerian ini mengatakan bahwa pedoman

Tangkap Layar Video The Telegraph
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, HYDERABAD - Kementerian Lingkungan India pada Selasa kemarin mengatakan 'tidak ada bukti faktual' yang menunjukkan bahwa hewan dapat menularkan penyakit lebih jauh kepada manusia.

Dikutip dari laman The Times of India, Rabu (5/5/2021), pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat yang khawatir saat mengetahui adanya laporan kasus positif virus SARS-CoV-2 pada delapan singa Asia di kebun binatang di Hyderabad.

"Analisis lebih lanjut dari sampel telah mengungkapkan bahwa infeksi tersebut tidak disebabkan oleh varian yang dikhawatirkan," jelas kementerian tersebut.

Baca juga: WNI Terinfeksi Corona Varian India Meninggal Dunia

Saat ini singa-singa itu juga tengah diisolasi dan menjalani masa pemulihan.

"Delapan singa telah diisolasi, delapan singa pun telah merespons dengan baik pengobatan yang diberikan dan sedang dalam tahap pemulihan," kata kementerian itu.

Kendati Otoritas Kebun Binatang Pusat telah mengambil beberapa langkah pencegahan, kementerian ini mengatakan bahwa pedoman baru untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan temat wisata pun sedang dirumuskan.

Baca juga: UEA Perluas Larangan Masuk bagi Pelancong dari India

Perlu diketahui, saat ini India tengah mengalami gelombang infeksi kedua Covid-19 karena terjadi lonjakan kasus yang dipicu pelonggaran protokol kesehatan, adanya festival publik secara besar-besaran dan kampanye politik.

Lonjakan angka positif Covid-19 ini kemudian membebani seluruh rumah sakit di negara itu.

Tindakan seperti penundaan dalam pengujian, diagnosis maupun pengobatan, serta terbatasnya tempat perawatan pasien kritis dan obat-obatan esensial termasuk oksigen, telah mengakibatkan lonjakan angka kematian.

Baca juga: Kadin : Larangan Mudik Harus Ditegakkan dengan Baik, Jangan Seperti India 

Negara di kawasan Asia Selatan itu sejauh ini telah melaporkan lebih dari 222.000 kematian akibat virus tersebut.

Namun para ahli mengatakan bahwa masih banyak jumlah kematian akibat Covid-19 di India yang belum dilaporkan.

Fenomena ini pun membuat antrean yang sangat panjang di krematorium, tumpukan kayu pemakaman massal, bahkan kota-kota kehabisan ruang untuk menguburkan atau mengkremasi orang yang mati.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved