Bentrok dengan Pasukan Keamanan Israel di Yerusalem, Ratusan Warga Palestina Terluka

Bentrokan pecah saat unjuk rasa direncanakan menandai pengambilalihan kota suci Israel tahun 1967 yang mengancam akan semakin menimbulkan ketegangan.

Ahmad GHARABLI / AFP
Pasukan keamanan Israel dikerahkan di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM - Ratusan orang terluka dalam bentrokan terbaru pada Senin (10/5/2021) antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel di Yerusalem.

Bentrokan pecah saat unjuk rasa direncanakan menandai pengambilalihan kota suci Israel tahun 1967 yang mengancam akan semakin menimbulkan ketegangan.

Warga Palestina melemparkan proyektil ke arah aparat keamanan Israel yang lengkap dengan perlengkapan anti huru-hara dan menembakkan peluru karet, granat setrum dan gas air mata, kata seorang koresponden AFP di tempat kejadian, setelah malam bentrokan sporadis, pada Jumat lalu.

"Ada ratusan orang terluka akibat bentrokan dan sekitar 50 orang dirawat di rumah sakit," laporan Bulan Sabit Merah Palestina.

Bentrokan itu adalah yang terbaru dalam beberapa hari gangguan terburuk seperti itu di Yerusalem sejak 2017, dipicu oleh upaya selama bertahun-tahun oleh pemukim Yahudi untuk mengambil alih rumah-rumah warga Palestina di Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

Sidang pengadilan utama yang dijadwalkan pada hari Senin di Sheikh Jarrah, lingkungan Yerusalem Timur di pusat sengketa properti, telah ditunda.

Ada kekhawatiran akan kekerasan lebih lanjut di kota itu menjelang unjuk rasa yang direncanakan hari Senin oleh israel untuk memperingati pengambilalihan Israel atas Yerusalem dalam Perang Enam Hari 1967, sebuah peringatan yang dikenal sebagai "Hari Yerusalem" di negara Yahudi.

Polisi Israel, per Minggu, menyetujui aksi unjuk rasa, yang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Sebelumnya diberitakan setidaknya 14 warga Palestina terluka dalam bentrokan terbaru dengan polisi Israel di Yerusalem Timur.

Hal itu disampaikan Bulan Sabit Merah Palestina, dalam sebuah pernyataan Minggu (10/5/2021) waktu setempat.

Empat dari mereka yang terluka dalam serangan polisi Israel di dekat Gerbang Damaskus dan di lingkungan Sheikh Jarrah dirawat di rumah sakit.

Pernyataan itu menambahkan bahwa polisi Israel menggunakan granat setrum dan peluru karet terhadap warga Palestina.

Seorang profesional kesehatan juga terluka ketika pasukan Israel menargetkan ambulans milik Bulan Sabit Merah Palestina dengan peluru karet dan granat setrum selama bentrokan di lingkungan At-Tur.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved