Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

Solidaritas untuk Palestina, Aksi Protes di Lebanon Terus Berlanjut

Demonstrasi di Lebanon direncanakan pada Senin (17/5/2021), ketika serangan udara Israel menewaskan hampir 200 orang di Jalur Gaza.

Mahmoud ZAYYAT / AFP
Ilustrasi pengungsi di Kamp Ain al-Hilweh. Pengungsi Palestina yang melarikan diri dari kamp Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, karena bentrokan yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Palestina dan pejuang Islam selama tiga hari berturut-turut, terlihat mencari perlindungan di luar sebuah masjid di kota pantai selatan Sidon pada bulan Agustus. 

TRIBUNNEWS.COM - Warga Lebanon menggelar aksi protes sebagai bentuk solidaritas bagi Palestina yang dibombarbir serangan udara dari Israel, pada Senin (17/5/2021).

Sementara itu, pengungsi Palestina dan warga sipil Lebanon melakukan perjalanan ke perbatasan dengan Israel pada Minggu (16/5/2021).

Mereka terlihat mengibarkan bendera Palestina, spanduk gerakan Hizbullah dan Amal.

Suzanne al-Akhtah (39) dari kamp Ain al-Hilweh di Saida, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, berteriak dengan marah dari bukit tempatnya berdiri.

Ia mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi rumahnya di Haifa, yang sekarang dalam perbatasan Israel.

“Saya datang ke sini untuk melihat negara saya karena saya tidak bisa melangkah ke negara saya, saya tidak bisa kembali ke negara saya, jadi saya ingin melihatnya dari sini,” ungkap al-Akhtah kepada Al Jazeera.

Baca juga: POPULER Internasional: Acara Open House Joe Biden Diboikot | Israel Sebut Pemboman Masih Berlanjut

Baca juga: Analisis Konflik Israel-Palestina, Netanyahu-Hamas Punya Pakta Politik Tak Tertulis

Kamp Ain al-Hilweh
Ilustrasi. Pengungsi Palestina yang melarikan diri dari kamp Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, karena bentrokan yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Palestina dan pejuang Islam selama tiga hari berturut-turut, terlihat mencari perlindungan di luar sebuah masjid di kota pantai selatan Sidon pada bulan Agustus. Pada 19 Agustus 2017. Bentrokan pertama terjadi pada 17 Agustus ketika orang-orang bersenjata dari kelompok kecil Islamis Badr menembaki posisi pasukan keamanan Palestina di dalam kamp, ‚Äč‚Äčkata seorang sumber Palestina.

UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina menuturkan, lebih dari 400.000 pengungsi Palestina terdaftar di Lebanon.

Meskipun begitu, hanya sekitar setengahnya diperkirakan masih tinggal di negara itu, yang saat ini menghadapi kesulitan ekonomi yang ekstrem.

“Mengapa kami tidak punya hak? Mengapa kita pengungsi? Kami tidak ingin menjadi pengungsi. Tanah adalah milik kami, kami ingin kembali… Kami menangis untuk tanah kami,” kata al-Akhtah.

Baca juga: Pesepakbola Papan Atas, Pogba, Mohamed Salah hingga Mesut Ozil Isyaratkan Solidaritas bagi Palestina

Ilustrasi. Tentara Lebanon berdiri di sekitar lokasi ledakan, sementara sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut pada 4 Agustus 2020.
Tentara Lebanon berdiri di sekitar lokasi ledakan, sementara sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan ibukota Lebanon, Beirut pada 4 Agustus 2020. (STR / AFP)

Jaga Jarak Aman

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved