Jumat, 29 Agustus 2025

Detik-detik Terakhir Partai Oposisi Israel Membentuk Pemerintahan untuk Gulingkan Benjamin Netanyahu

Politisi Israel harus berpacu dengan waktu membentuk pemerintahan koalisi untuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Yonathan SINDEL/POOL/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset (Parlemen Israel) di Yerusalem pada 22 Desember 2020. 

Pada Selasa lalu, Ketua Parlemen sekaligus politisi di partai berkuasa Likud, yakni Yariv Levin mengatakan anggota politik tidak boleh meninggalkan ideologi mereka.

Pihak Partai Likud, partai yang menaungi Netanyahu, mencoba menggagalkan koalisi Yair Lapid bersama Naftali Bennett.

Partai Likud menyatakan bahwa rencana Bennett akan menjabat sebagai perdana menteri dahulu kemudian disusul Yair Lapid adalah tindakan ilegal.

Namun Presiden Israel, Reuven Rivlin menolak pernyataan itu pada Selasa lalu.

Bennett merupakan seorang nasionalis yang religius.

Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (YONATAN SINDEL / POOL / AFP)

Baca juga: Kepala Intelijen Mesir Bertemu Hamas di Gaza untuk Perkuat Gencatan Senjata dengan Israel 

Baca juga: Profil Benjamin Netanyahu, Jabat Perdana Menteri Israel Selama 12 Tahun

Dia adalah pendukung kuat gerakan pemukilan di wilayah Palestina dan lebih keras mengesampingkan nasib Palestina.

Lapid juga berusaha mencadapat dukungan dari anggota parlemen Islamis Arab yang memiliki keinginan untuk mencopot Benjamin Netanyahu.

Netanyahu, yang telah menduduki jabatan tinggi selama 15 tahun sejak 1996, menghadapi bahaya politik dan potensi ancaman terhadap kebebasannya.

Pria 71 tahun itu saat ini sedang berjuang melawan tiga tuduhan korupsi yakni penipuan, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan, yang ia bantah.

Jika dia menjadi oposisi, dia mungkin ditolak kekebalan parlemennya, dan pemerintah baru dapat meloloskan undang-undang untuk melarang dia dari jabatan di masa depan.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan