Jumat, 29 Agustus 2025

Joe Biden Jadi Presiden AS Pertama yang Peringati Pembantaian di Tulsa, Kunjungi Situs Bersejarah

Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi lokasi pembantaian Tulsa, 100 tahun sejak momen kekerasan rasial di Amerika itu

MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato peringatan 100 tahun Pembantaian Ras Tulsa di Pusat Kebudayaan Greenwood di Tulsa, Oklahoma, pada 1 Juni 2021. Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi lokasi pembantaian Tulsa, 100 tahun sejak momen kekerasan rasial di Amerika itu terjadi. 

TRIBUNNEWS.COM - Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi lokasi pembantaian Tulsa, 100 tahun sejak momen kekerasan rasial di Amerika itu terjadi.

Ratusan orang kulit hitam dibunuh oleh massa kulit putih di Tulsa antara tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 1921.

Selasa (1/6/2021) waktu setempat, Biden mengheningkan cipta di Greenwood Cultural Center untuk para korban pembunuhan massal, bersama tiga orang yang selamat.

Viola Fletcher, Hughes Van Ellis dan Lessie Benningfield Randle menjadi saksi hidup saat pembunuhan terjadi di Tulsa, Oklahoma, Sky News melaporkan.

Biden berkata, "Sudah terlalu lama sejarah tentang apa yang terjadi di sini diceritakan dalam diam."

"Rekan-rekan Amerika saya, ini bukan kerusuhan."

Baca juga: Amerika Dibantu Denmark Mata-Matai Pejabat Tinggi Eropa, Biden Dilaporkan Terlibat

Baca juga: China Kecam Seruan Biden soal Asal-usul Virus Corona dan Tolak Teori Kebocoran Laboratorium Wuhan

"Ini adalah pembantaian, dan termasuk yang terburuk dalam sejarah kita."

"Tapi ini bukan satu-satunya."

"Beberapa ketidakadilan sangat keji, sangat mengerikan, sangat menyedihkan, mereka tidak dapat dikubur, tidak peduli seberapa keras orang mencoba."

"Hanya dengan kebenaran, penyembuhan bisa datang."

Seorang warga Amerika berkulit hitam Latasha Sanders (33), menunggu di luar Greenwood Cultural Center bersama kelima anaknya dan keponakannya untuk melihat presiden.

Dia berkata, "Sudah 100 tahun, dan ini adalah yang pertama yang kami dengar dari presiden AS mana pun."

"Saya membawa anak-anak saya ke sini hari ini agar mereka bisa menjadi bagian dari sejarah dan tidak hanya mendengarnya, dan agar mereka bisa mengajar generasi yang akan datang."

Tahun lalu, Presiden Donald Trump merencanakan unjuk rasa politik di Tulsa pada 19 Juni, tanggal yang dikenal sebagai "Juneteenth", yang dikenal sebagai hari berakhirnya perbudakan di AS pada 1865.

Namun pada akhirnya, acara Partai Republik itu tertunda selama sehari karena kritik.

Kesadaran publik atas apa yang terjadi di Tulsa telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Insiden itu tidak diajarkan di sekolah atau dilaporkan di surat kabar lokal.

Baca juga: Biden Dijadwalkan akan Lakukan Perjalanan Dinas Pertamanya Bulan Depan dan Bertemu Ratu Elizabeth II

Baca juga: Biden dan Putin akan Adakan Pertemuan Puncak di Swiss pada 16 Juni 2021

Warga kulit putih menembak dan membunuh sebanyak 300 orang kulit hitam dan membakar serta menjarah bisnis dan rumah mereka.

Pembantaian bermula setelah seorang wanita kulit putih menuduh seorang pria kulit hitam melakukan penyerangan, tuduhan itu tidak pernah terbukti.

Penjamin asuransi menolak untuk membayar kerusakan akibat kerusuhan dan tidak ada yang dituntut atas kekerasan tersebut.

Janji Biden untuk Warga Kulit Hitam di Amerika

Selama pidatonya, Biden berbicara tentang bagaimana ia ingin meningkatkan kualitas kehidupan orang kulit hitam Amerika.

Ia berjanji untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk mendukung bisnis milik minoritas, serta memastikan hak suara mereka dilindungi.

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato peringatan 100 tahun Pembantaian Ras Tulsa di Pusat Kebudayaan Greenwood di Tulsa, Oklahoma, pada 1 Juni 2021.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato peringatan 100 tahun Pembantaian Ras Tulsa di Pusat Kebudayaan Greenwood di Tulsa, Oklahoma, pada 1 Juni 2021. (MANDEL NGAN / AFP)

Joe Biden menyuarakan keprihatinan atas keadaan proses demokrasi di negara itu setelah kerusuhan 6 Januari di Washington DC, akibat keluhan Trump yang tidak berdasar atas hasil pemilu tahun lalu.

Biden mengatakan ia diberitahu oleh salah satu korban selamat Tulsa bahwa peristiwa 6 Januari "mengingatkannya pada apa yang terjadi di sini di Greenwood 100 tahun yang lalu".

Dia menambahkan bahwa badan-badan intelijen telah melaporkan bahwa terorisme dari supremasi kulit putih saat ini merupakan "ancaman paling mematikan" bagi Amerika.

Presiden menyebut bahwa dia ingin berbuat lebih banyak untuk membantu orang memilih, tetapi dia dibatasi oleh mayoritas tipis di kedua majelis Kongres.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan