Breaking News:

Kasus Covid-19 Melonjak, Malaysia Lockdown Total 2 Pekan, Kuala Lumpur Bak Kota Mati

Pemerintah Malaysia menerapkan kembali penguncian wilayah (lockdown) secara menyeluruh mulai Selasa (1/6/2021) kemarin.

Mohd RASFAN / AFP
Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menyiapkan alat tes di lokasi pengujian virus Corona Covid-19 gratis di Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur, pada 27 Mei 2021. 

Akibat penerapan lockdown total itu, kota-kota di Malaysia termasuk Kuala Lumpur berubah sepi. Sejumlah jalan raya dan pusat aktivitas perdagangan di Kuala Lumpur tampak lengang.

Lalu lalang kendaraan di Jalan Tun Abdul Razak yang dipantau dari jembatan penyeberangan di depan Institut Jantung Negara (IJN) dan Perpustakaan Negara tampak berkurang kepadatannya daripada hari normal.
Demikian pula keadaan jalan tol Duta Ulu-Kelang (DUKE) menuju tol Jalan Duta dan juga tol Lembah Klang Baru (NKVE) menuju Shah Alam dilaporkan lengang pada hari pertama pelaksanaan total lockdown.

Sejumlah toko perhiasan, toko busana, toko buku dan kedai furnitur di Jalan Tuanku Abdul Rahman Chow Kit terlihat tutup, sedangkan toko kebutuhan sehari-hari seperti AJ Best masih buka.

Di mal seperti Sunway Putra Mall (SPM) di Jalan Putra tampak outlet busana tutup sedangkan farmasi buka. Outlet makanan buka tetapi hanya memperbolehkan dibawa pulang.

Blokade jalan raya atau road block dilakukan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Daerah Dang Wangi di Jalan Tun Azlan Shah atau dari arah Kepong ke Kuala Lumpur. Belasan polisi menghentikan semua kendaraan baik bus, taksi, mobil pribadi hingga pengendara sepeda motor layanan e-hailing atau pengantar makanan dalam jaringan (online).

Polisi terlihat juga masuk ke dalam bus seperti bus gratis Go KL dan bus berbayar untuk memeriksa penumpang.

"Road block mulai dilakukan jam 08.00 pagi. Pada hari pertama ini dilakukan keliling (mobile) tidak hanya di tempat ini saja," ujar seorang petugas, Zainal.

Dia mengatakan kendaraan pribadi hanya diperkenankan dinaiki dua orang. Taksi hanya bisa mengangkut dua orang, sedangkan untuk tujuan pengobatan hanya diperbolehkan tiga orang termasuk pasien. Fasilitas kesehatan seperti Klinik Kuala Lumpur di Jalan Titiwangsa masih buka melayani warga.

Seiring penerapan lockdown total itu, Pemerintah Malaysia juga mengucurkan bantuan tambahan senilai RM40 miliar atau Rp 138 triliun lebih. Subsidi atau bantuan sosial itu digelontorkan bagi penduduk dan pengusaha untuk membantu mengatasi dampak lockdown selama dua pekan.

Perdana Menteri Muhyiddin mengatakan, sebanyak RM5 miliar dari bantuan itu akan disuntikkan langsung ke fiskal.

Halaman
123
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved