Senin, 1 September 2025

Publik Israel Serukan Lengsernya Benjamin Netanyahu, Ini Alasannya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin diserukan untuk lengser.

Editor: Muhammad Barir
YONATAN SINDEL / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu. , Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin diserukan untuk lengser.

Nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bakal ditentukan dalam pemungutan suara pada Minggu (13/6/2021).

Sebelumnya dia gagal membentuk pemerintahan koalisi yang layak dan terpaksa mengadakan pemilihan keempat dalam waktu kurang dari dua tahun, yang diadakan pada bulan Maret.

Masalah lain muncul ketika partai sayap kanan tidak ingin dia tetap di posisinya.

Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan memperlihatkan perpecahan dalam struktur negara pendudukan itu.

Padahal Benjamin Netanyahu dikenal dalam dalam sejarah sebagai pemimpin Israel yang paling menonjol.

Bahkan mungkin lebih dari pendiri proyek Zionis seperti David Ben Gurion.

Dilansir dari middleeastmonitor.com pada Selasa (8/6/2021), strateginya sederhana dan didasarkan pada visi Zionis Israel di seluruh Palestina dan sebagian besar negara-negara Arab di sekitarnya.

Pencaplokan Tepi Barat, termasuk Lembah Yordan, masih menjadi agendanya, sesuatu yang tidak dapat dicapai Ben Gurion.

Namun, ternyata lawan politiknya memiliki ide yang berbeda.

Di mana mereka bersatu karena ketidakpercayaan mereka terhadap Sang Perdana Menteri yang sudah 12 tahun memimpin.

Nyatanya tak hanya pejabat Israel yang ingin Netanyahu mundur. Warga Israel juga ingin dia dihukum atas tuduhan korupsi.

Dan itu bukanlah kali pertama terjadi.

Selama setahun terakhir, protes terhadapnya telah berlangsung di Israel, terlepas dari semua keuntungan yang dia dapatkan untuk Israel.

Termasuk perubahan konstitusi, undang-undang yang menegaskan Yahudi, hingga melegalkan pemukiman di hadapan hukum internasional.

Halaman
12
Sumber: Intisari
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan