Virus Corona
Sejumlah Orang di Jepang Mulai Tak Percaya Virus Corona
Sejumlah orang membawa poster yang digantung di lehernya bertuliskan "Corona Bohong".
Para pejabat pemerintah bersama stafnya juga membagikan selebaran ke masyarakat yang menyerukan untuk menahan diri dari minum di jalan dengan ban lengan (identitas mereka) dari prefektur dan kota.
Kepala bagian manajemen krisis Kota Kyoto juga mengatakan, "Saya punya laporan jika ada masalah besar, jadi saya rasa bukan itu masalahnya."
Dalam kegiatan patroli itu, terungkap bahwa pada tanggal 30 Mei sebanyak 421 kelompok, total 1.600 orang, telah dipanggil karena minum dan makan malam di jalan.
Banyak anak muda bekerja sama dalam menanggapi, tetapi beberapa dari mereka mabuk dan berteriak.
"Ketika kita datang, mereka tidak dapat mendengar apa yang kita katakan."
Baca juga: Jumlah Penonton Olimpiade Jepang Kemungkinan Dibatasi Maksimal 5.000 Orang
"Aneh untuk meminta kerja sama," protes beberapa orang yang dinasehati pihak pemda.
Selain itu, beberapa kelompok mengatakan bahwa mereka mengadakan barbekyu di pinggir sungai dengan menggunakan api, yang melanggar tata cara dan melanggar hukum penggunaan lokasi barbeque.
Di Jepang tak bisa sembarangan berkemah dan melakukan barbeque. Semuanya ada hukum aturan dan tata caranya yang harus diikuti warga.
Sementara itu Beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/orang-jepang-tak-percaya-corona.jpg)