Breaking News:

Pekerja Migran di Malaysia Memenangkan Gugatan Buruh Rp17,2 M Melawan Goodyear

Pekerja asing di Malaysia memenangkan gugatan melawan Goodyear. Mereka mengklaim 5 juta ringgit atau Rp17,2 miliar atas gaji yang tidak dibayar

Raysonho @ Open Grid Scheduler
Goodyear Tire shop di Markham, Ontario. Pekerja asing di Malaysia memenangkan gugatan melawan Goodyear. Mereka mengklaim 5 juta ringgit atau Rp17,2 miliar atas gaji yang tidak dibayar 

TRIBUNNEWS.COM - Pengadilan Malaysia pada hari Kamis (10/6/2021) memutuskan mendukung 65 pekerja migran yang menggugat perusahaan ban AS Goodyear atas pemberian upah yang lebih rendah daripada seharusnya, Independent melaporkan.

Pengacara Chandrasegaran Rajandran mengatakan Pengadilan Industri setuju bahwa pekerja dari Nepal, India dan Myanmar berhak atas tunjangan berdasarkan perjanjian kerja bersama yang mencakup tunjangan shift, bonus tahunan, dan kenaikan gaji.

Tidak diberikannya upah tersebut, Goodyear beralasan bahwa orang asing tersebut tidak diwakili oleh serikat pekerja.

Secara total, para pekerja mengklaim lebih dari 5 juta ringgit (Rp17,2 miliar) dalam upah yang belum dibayar.

"Ini adalah kemenangan bagi pekerja migran. Tidak boleh ada diskriminasi terhadap mereka," kata Chandrasegaran.

Baca juga: Alasan Donald Trump Serukan Boikot Pakai Ban Goodyear di Kampanye Presiden

Baca juga: Donald Trump Ajak Rakyatnya Jangan Beli Ban Goodyear

Kantor pusat Goodyear di Akron, Ohio
Kantor pusat Goodyear di Akron, Ohio (Captured Glimpse Photo)

Chandrasegaran menilai kasus terhadap Goodyear hanyalah puncak gunung es dan berharap kemenangan tersebut akan mendorong perusahaan lain untuk memperlakukan pekerja asing mereka secara adil.

Ia mengatakan para penggugat itu adalah kelompok pekerja asing ketiga yang memenangkan kasus melawan Goodyear di Pengadilan Industrial.

Goodyear Malaysia Berhad telah mengajukan banding atas putusan dalam kasus sebelumnya yang melibatkan 119 pekerja migran, dengan keputusan yang jatuh tempo pada 26 Juli, katanya.

Respons Salah Satu Penggugat

Anil Kumar, salah satu penggugat, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia bersyukur atas keputusan pengadilan itu.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved