Breaking News:

Pria yang Menampar Presiden Prancis Emmanuel Macron Dihukum Ringan, Penjara Empat Bulan

Pria yang menampar Presiden Prancis Emmanuel Macron, Damien Tarel, dihukum empat bulan penjara, sangat ringan dibanding ancaman maksimal tiga tahun

AFP/Twitter/Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar pria tak dikenal saat sedang menyapa warganya 

TRIBUNNEWS.COM – Pria yang menampar Presiden Prancis Emmanuel Macron, Damien Tarel, tampil di persidangan di Prancis, Kamis (10/6).

Pengadilan memvonisnya hukuman penjara 18 bulan. Empat bulan dipenjara, sementara 14 bulan lainnya ditangguhkan.

Hukuman ini jauh lebih ringan dari ancaman hukuman bagi pejabat publik.

Tarel didakwa menyerang pejabat publik, pelanggaran yang bisa membuatnya dihukum maksimum tiga tahun penjara dan denda 45.000 euro (sekitar Rp 770 juta).

Namun pengadilan hanya menjatuhkan penjara setengah dari hukuman maksimal, yaitu 18 bulan penjara. Tarel hanya dipenjara empat bulan, sementara 14 bulan lainnya ditangguhkan.

Baca juga: Bukan Ditampar, Presiden Prancis Emmanuel Macron Tadinya Akan Dilempari Telur

Jaksa penuntut menyebut tindakan menampar Macron di depan umum sebagai tindakan kekerasan yang disengaja dan tidak dapat diterima sama sekali.atas dakwaan menyerang pejabat public,

Dalam persidangan kemarin, terungkap Tarel memang merencanakan untuk menyerang  Macron.

Ia mengatakan telah berpikir untuk melemparkan telur atau krim atau tart ke  presiden beberapa hari sebelum kunjungan Macron ke wilayah tersebut.

“Saya pikir penampilan Macron yang rapi mewakili pembusukan negara kita,” katanya kepada pengadilan, menurut BFM TV.

Namun ia mengaku tidak merencanakan untuk menamparnya. “Jika saya menantang Macron untuk berduel di siang hari, saya ragu dia akan membalas,” katanya.

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved