Breaking News:

PM Jepang akan Bubarkan Parlemen Jika Oposisi Mengajukan Mosi Tidak Percaya

Partai Demokrat Konstitusional akan membuat keputusan akhir untuk mengajukan mosi tidak percaya berdasarkan tanggapan partai yang berkuasa.

Foto Jiji
PM Jepang Yoshihide Suga jumpa pers di Inggris. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan jika Partai Demokrat Konstitusional (oposisi) dan lainnya mengajukan mosi tidak percaya pada Kabinet, mereka dapat memutuskan untuk membubarkan parlemen.

"Masa jabatan saya sebagai presiden LDP (Partai Liberal Demokratik) sudah ditetapkan. Mulai sekarang, situasinya akan terus dapat dibubarkan kapan saja," ungkap PM Yoshihide Suga di Cornwall, Inggris saat menghadiri KTT G7, Senin (14/6/2021) pagi waktu Jepang.

Setelah Perdana Menteri kembali ke Jepang pada sore hari ini, Partai Demokrat Konstitusional (oposisi) mengatakan akan membuat keputusan akhir untuk mengajukan mosi tidak percaya berdasarkan tanggapan partai yang berkuasa atas permintaan perpanjangan Diet (parlemen).

Tujuannya untuk menahan partai oposisi.

Baca juga: Lansia Berusia 90 Tahun di Kota Toda Jepang Tak Sengaja Disuntik Vaksin Hingga 3 Kali

Namun, sehubungan dengan pembubaran parlemen, Perdana Menteri juga menekankan bahwa "Prioritas utama masih penanggulangan terhadap virus corona. Kami akan melakukan yang terbaik (untuk vaksinasi)."

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved