Breaking News:

Kepolisian Jepang Catat 3.054 Kasus Serangan Cyber dan Penipuan Online

Sebanyak 827 kasus terjadi penipuan lewat internet berpura-pura sebagai pihak tertentu lalu melakukan penipuan permintaan transfer uang dari korban.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Beberapa data serangan cyber dan penipuan internet di Jepang selama tahun lalu hingga Mei 2021. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepolisian Jepang mencatat sebanyak 3.054 kasus serangan cyber dan penipuan online selama tahun 2020 sampai dengan Mei 2021.

Sebanyak 827 kasus terjadi penipuan lewat internet berpura-pura sebagai pihak tertentu lalu melakukan penipuan permintaan transfer uang dari korbannya.

Kemudian 737 kasus pengiriman email seperti spam (meiwaku me-ru) yang bisa berakhir perbuatan jahat apabila korban terjebak ke dalamnya.

Belum lagi 431 kasus akses yang tidak sah dari para hacker sehingga banyak data dicuri di berbagai situs.

Kerugian juga mulai terjadi sekitar Mei tahun lalu, dan 26 kasus, sekitar 1,6 juta yen uang korban hilang.

Kasus serangan cyber ini meningkat 762 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Akibat penyebaran infeksi virus corona, jumlah pengguna online di rumah seperti teleworking dan belanja online meningkat, dan kerugian diperkirakan akan meluas.

Baca juga: Kena Serangan Cyber, Perusahaan Pengolahan Daging JBS Bayar Rp 156,8 Miliar sebagai Tebusan

Tidak terbatas pada orang tua, itu ditandai dengan kerugian pada berbagai kelompok umur.

"Bisnis kejahatan menyerang sekaligus. Bahkan jika pesan peringatan atau suara terdengar, nomor yang ditampilkan adalah mutlak. Jangan coba-coba menyelesaikannya sendiri, tapi bicaralah dengan seseorang yang dekat denganmu," ungkap sumber kepolisian dari Divisi Penanggulangan Kejahatan Dunia Maya.

Kejahatan cyber juga menyerang situs yang terkait Olimpiade dengan jual beli online terkait Olimpiade.

Data pribadi di situs tersebut karena jualan menggunakan nomor kartu kredit, para hacker mulai mengincar situs tersebut untuk mengambil data para pembelinya (members) terutama nomor kartu kredit masyarakat beserta data lainnya.

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved