Breaking News:

Virus Corona

Tembus 4 Juta Orang Meninggal di Dunia Karena Covid-19

Kematian terkait virus corona di seluruh dunia melewati angka 4 juta orang per Kamis (17/6/2021).

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kesibukan petugas pemakaman mengurus pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jakarta, Sabtu (30/1/2021). Untuk menekan angka kematian akibat Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan masukan kepada pemerintah yaitu seperti menjalankan strategi seperti memperbanyak 3T testing, tracing, dan treatment serta menyediakan fasilitas bagi yang sakit mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON — Kematian terkait virus corona di seluruh dunia melewati angka 4 juta orang per Kamis (17/6/2021).

Sementara jumlah kasus baru dan kematian telah mereda di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, beberapa negara memiliki kekurangan vaksin karena varian Delta menjadi ketegangan dominan di seluruh dunia.

Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/6/2021), butuh lebih dari setahun angka kematian Covid-19 mencapai 2 juta orang, sementara 2 juta berikutnya tercatat hanya dalam waktu 166 hari, menurut analisis Reuters.

Lima negara teratas dengan jumlah total kematian tertinggi adalah Amerika Serikat, Brasil, India, Rusia dan Meksiko - mewakili sekitar 50 persen dari semua kematian di dunia.

Sementara Peru, Hongaria, Bosnia, Republik Ceko dan Gibraltar memiliki tingkat kematian tertinggi ketika disesuaikan untuk populasi.

Negara-negara di Amerika Latin menghadapi wabah terburuk mereka sejak Maret, dengan 43 dari setiap 100 kasus infeksi di dunia dilaporkan di wilayah tersebut, menurut analisis Reuters.

Sembilan negara teratas yang melaporkan kematian per kapita terbanyak selama seminggu terakhir semuanya ada di Amerika Latin.

Rumah sakit di Bolivia, Chile, dan Uruguay sebagian besar merawat pasien Covid-19 antara usia 25 hingga 40 tahun karena tren terhadap pasien yang lebih muda terus berlanjut.

Di Sao Paulo Brasil, 80 persen penghuni unit perawatan intensif (ICU) adalah pasien Covid-19.

Melonjaknya kematian mengakibatkan tingginya kapasitas operasi krematorium di negara-negara berkembang dan penggali kubur di beberapa negara telah dipaksa untuk memperluas pemakaman dengan baris demi baris makam baru.

Baca juga: Mutasi Virus Corona, Begini Awal Mula Penamaan Varian Delta

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved