Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Desak Trump Bantu Redakan Perang Ukraina Usai Berhasil Damaikan Gaza

Zelensky desak Presiden Trump untuk turun tangan, jadi penengah dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina usai Trump mampu hentikan konflik Gaza

Tangkapan Layar YouTube The White House
ZELENSKY DAN TRUMP - Tangkapan layar YouTube The White House menunjukkan momen di mana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat (28/2/2025). Zelensky desak Presiden Trump untuk turun tangan, jadi penengah dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina usai Trump mampu hentikan konflik Gaza 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan desakan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjadi penengah dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina.

Seruan itu disampaikan Zelensky melalui panggilan telepon pada Sabtu (11/10/2025), menyusul keberhasilan AS dalam memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza.

Pemimpin Ukraina itu memuji rencana perdamaian antara Hamas dan Israel yang digagas Trump sebagai “langkah luar biasa” yang membuka harapan baru bagi dunia

Dengan pencapaian tersebut, Zelensky optimistis jika Trump mampu menghentikan perang di Timur Tengah, maka perang di Eropa pun bisa berakhir.

“Jika perang dapat dihentikan di satu kawasan, maka perang-perang lain pasti dapat dihentikan juga, termasuk perang Rusia,” kata Zelensky dalam unggahan di Facebook, sembari menyebut percakapan dengan Trump berlangsung “positif dan produktif.”

Seruan Zelensky muncul di tengah serangan besar-besaran Rusia terhadap jaringan energi Ukraina yang menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah, termasuk ibu kota Kyiv.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara upaya diplomasi global mulai melambat akibat fokus dunia yang kini beralih ke Gaza.

Pemerintah Ukraina menilai keterlibatan aktif Amerika Serikat sangat penting untuk menghidupkan kembali negosiasi damai yang mandek.

Terlebih sejak awal invasi Rusia pada Februari 2022, Washington menjadi sekutu utama Kyiv dalam memberikan bantuan militer dan ekonomi.

Baca juga: 450 Drone, 30 Rudal Rusia Guyur Ukraina, Zelensky: Kami Tak Butuh Pencitraan AS dan NATO

Namun, Zelensky kini berharap AS tidak hanya menjadi pendukung logistik, tetapi juga memainkan peran diplomatik yang lebih besar.

Moscow sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Zelensky, akan tetapi sejauh ini upaya diplomatik telah dilakukan oleh berbagai pihak. 

Turki, Tiongkok, dan Vatikan sempat mengajukan proposal mediasi, akan tetapi semuanya gagal karena kedua pihak menolak menyerahkan syarat utama masing-masing.

Negosiasi damai juga terhambat oleh kurangnya kepercayaan. Kyiv menuduh Rusia sering melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya

Rusia juga menuding Ukraina dan sekutu-sekutunya di Barat sebagai pihak yang memperlambat proses perundingan.

Sebaliknya, Kyiv menilai Rusia menggunakan jeda diplomatik untuk memperkuat posisinya di medan perang.

Mungkinkah Trump Damaikan Perang Ukraina?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved