Breaking News:

UMR di Jepang Ditargetkan Bisa Mencapai 1000 Yen per Jam

Dewan Upah Minimum Pusat, sebuah badan penasihat untuk Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, memulai diskusi tentang pengembangan "standa

Richard Susilo
Gedung Kementerian Tenaga Kerja Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selasa ini (22/6/2021)  Dewan Upah Minimum Pusat, sebuah badan penasihat untuk Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, memulai diskusi tentang pengembangan "standar" untuk kenaikan upah minimum untuk tahun 2021.

Pedoman tersebut memiliki pengaruh besar pada penentuan upah minimum regional (UMR) yang ditetapkan oleh prefektur.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2021, fokusnya adalah pada bagaimana menangani epidemi virus corona baru yang sedang berlangsung, dan subkomite di bawah payungnya  membahas tingkat tertentu dan menyusun laporan pada akhir Juli 2021.

Upah minimum adalah upah minimum yang harus dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pekerja.

Level saat ini yang diputuskan pada TA 2020 adalah rata-rata tertimbang nasional 902 yen per jam.

Mencerminkan memburuknya kinerja perusahaan akibat penyebaran infeksi virus corona baru, kenaikannya hanya 0,1% atau 1 yen dari tahun sebelumnya.

Di Tahun Fiskal (FY) 2016-19 sebelum bencana corona, harga terus naik tajam di kisaran pertengahan 20 yen, yang setara dengan sekitar 3% gaji.

Mengenai FY2020, pihak manajemen menuntut pembekuan dengan mengatakan, "Banyak perusahaan di berbagai industri, termasuk akomodasi dan makanan dan minuman, berada dalam situasi bisnis yang lebih sulit daripada tahun lalu," tekan Akio Mimura, Presiden Kamar Dagang dan Industri  Jepang.

Di sisi lain, pekerja berpendapat bahwa kenaikan upah harus dikaitkan dengan siklus ekonomi yang baik, papar Ketua Serikat Buruh Rikio Kouzu, dan harus kembali meningkat tajam.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan "membidik 1000 yen sesegera mungkin" sesuai harapan Perdana Menteri Yoshihide Suga,  berdasarkan hasil kenaikan harga sebelum bencana Corona.

Pada awal diskusi, Junko Mihara, Wakil Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, mengatakan di dewan, "Saya ingin meminta semua pihak untuk berunding sehingga ini akan menjadi langkah pertama menuju realisasi 1.000 yen per jam bagi UMR di Jepang."

Upah minimum baru diharapkan akan diterapkan mulai sekitar 1 Oktober 2021.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved