Breaking News:

Dampak Corona, Harga Tanah di Jepang Turun Pertama Kali Sejak 6 Tahun Lalu, Termasuk di Ginza

Harga tanah di Jepang yang merupakan standar untuk pajak warisan, diumumkan pada tanggal 1 Juli 2021 ini, turun pertama kali dalam enam tahun terakhir

Richard Susilo
Toserba (department store) terbesar Mitsukoshi di Ginza Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Harga tanah di Jepang yang merupakan standar untuk pajak warisan, diumumkan pada tanggal 1 Juli 2021 ini, turun pertama kali dalam enam tahun terakhir.

"Ada dampak virus corona baru, yang mengakibatkan penurunan terlihat di kawasan wisata dan komersial, dan rata-rata titik survei secara nasional turun di bawah tahun sebelumnya untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir," papar sumber Tribunnews.com Kamis (1/7/2021).

Harga tanah adalah nilai evaluasi per meter persegi tanah menghadap jalan utama yang dihitung oleh Badan Pajak Nasional per 1 Januari, dan merupakan dasar untuk menghitung pajak warisan dan pajak hadiah.

Harga  tahun ini diumumkan pada tanggal 1 Juli 2021 dengan  rata-rata sekitar 320.000 poin yang disurvei secara nasional adalah 0,5% lebih rendah dari tahun lalu, turun di bawah tahun sebelumnya untuk pertama kalinya dalam 6 tahun terakhir.

Berdasarkan prefektur, penurunan terbesar terjadi di Shizuoka sebesar 1,6%, diikuti oleh Gifu dan Ehime sebesar 1,4%.

Selain itu, Tokyo turun 1,1% dan Osaka turun 0,9%, keduanya jatuh untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, turun di bawah tahun lalu di 39 prefektur.

Jumlah prefektur yang meningkat adalah 7 prefektur yaitu Hokkaido, Miyagi, Chiba, Fukuoka, Saga, Kumamoto, dan Okinawa, tempat pembangunan kembali wilayah perkotaan mengalami kemajuan, dan jumlah prefektur yang meningkat dari tahun sebelumnya adalah sepertiga (dari 47 perfektur yang ada di Jepang) dibandingkan tahun lalu.

Harga tertinggi di Jepang berdasarkan lokasi adalah 42,72 juta yen di Ginza Chuo-dori, Ginza 5-chome, Tokyo.

Ini merupakan nilai tertinggi di Jepang selama 36 tahun berturut-turut, namun mengalami penurunan sebesar 7,0% dibandingkan tahun lalu, penurunan pertama dalam 9 tahun terakhir.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved