Breaking News:

Presiden Xi Jinping Ingatkan Negara Lain Jangan Menekan China pada HUT Ke-100 Partai Komunis

Presiden China Xi Jinping merayakan HUT Ke-100 Partai Komunis China dengan mengingatkan negara lain agar tidak menekan China

AFP
Presiden China Xi Jinping (di layar) menyampaikan pidato pada perayaan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen di Beijing, Kamis (1/7). 

TRIBUNNEWS.COM - China merayakan peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis yang berkuasa dengan acara besar-besaran di Lapangan Tiananmen, Kamis (1/7).

Sekitar 70 ribu penonton berkumpul di jantung ibukota China untuk perayaan yang dimulai dengan menyanyikan lagu-lagu komunis, yang mendesak warga untuk setia dan tetap setia pada partai.

Pada acara yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat, Presiden Xi Jinping seperti sudah diperkirakan memberikan sambutannya.

Mengenakan pakain setelan Mao, Xi berbicara di podium. Ia menekankan sentralitas partai, menunjuk pada bagaimana PKC telah memimpin China dari ketika itu adalah negara di mana orang tidak bisa tetap hangat dan perut mereka kenyang, sampai status sejahtera hari ini.

“Untuk mewujudkan peremajaan bangsa Tiongkok, PKC bersatu dan memimpin rakyat Tiongkok melalui pertempuran berdarah, dan terbukti gigih,” katanya.

Baca juga: Peneliti China: Dua Vaksin Covid-19 Buatan  China Kurang Efektif Melawan Varian Delta

Baca juga: Gedung Putih Sebut Pertimbangkan Pembicaraan Presiden Joe Biden dan Presiden Cina Xi Jinping

Sekitar 20 menit setelah pidato Xi, gerimis ringan mulai berubah menjadi hujan deras. Sebagian ditenggelamkan oleh banyak orang yang meraih ponco mereka.

Xi juga mengingatkan kepada kekuatan eksternal agar tidak mencoba-coba untuk menindas atau menekan China.

“Siapa pun yang ingin melakukan ini akan berhadapan dengan Tembok Besar yang terbuat dari 1,4 miliar orang Tiongkok,” katanya, yang disambut sorak-sorai penonton.

Dalam komentar yang dilihat sebagai referensi ke AS, Xi juga memperingatkan terhadap siapa pun yang "menindas China", dengan mengatakan mereka akan "kepala mereka dibenturkan ke tembok baja yang besar".

China telah berulang kali menuduh AS berusaha mengekang pertumbuhannya, dan sejumlah pengamat melihat pidato Xi ini ditujukan kepada Amerika Serikat.

Baca juga: StudiTerbaru: Kasus Covid-19 Pertama Melanda China pada Oktober 2019, Bukan November 2019

Baca juga: WHO Beri Sertifikasi Bebas Malaria Kepada China Setelah 70 Tahun Berjuang Hadapi Wabah

Halaman
1234
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved