Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Jumlah Penonton Olimpiade Jepang Direvisi Jadi Maksimum 5.000 Orang

Karena penyebaran kembali infeksi corona di Tokyo saat ini, sulit untuk mempertahankan batas atas "hingga 10.000 orang".

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Tiket masuk kejuaraan sofbol (tengah) yang dimulai paling awal tanggal 22 Juli 2021, sehari sebelum pembukaan Olimpiade. Di sebelah kanan dan kirinya adalah tiket kejuaraan olahraga lainnya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Batas atas jumlah penonton Olimpiade Tokyo akan direvisi menjadi "maksimum 5.000", padahal jumlah pembeli tiket lebih dari 5.000 dan kompetisi setelah pukul 21.00 tidak akan ada penonton.

"Pada unit penjualan tiket Olimpiade nantinya hanya akan menjual maksimum 5.000 tiket saja bagi penonton dan sekitar 40 persen dari seluruh sesi (zona waktu) diharapkan tanpa penonton," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (4/7/2021).

Karena penyebaran kembali infeksi corona di Tokyo saat ini, sulit untuk mempertahankan batas atas "hingga 10.000 orang" yang diputuskan pada bulan Juni lalu.

Oleh karena itu batas atas diturunkan hingga maksimum 5.000 penonton saja.

Dalam proposal yang direvisi, sesuai dengan kebijakan pembatasan acara pemerintah "hingga 5.000 orang dalam 50 persen dari kapasitas" di bawah langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran virus corona.

Baca juga: Atlet Jepang Cabang Pentathlon Antusias Hadapi Olimpiade, Bertekad Raih Medali

Jika jumlah pembeli tiket 5.000 atau kurang, maka penonton diperbolehkan.

Sementara 5 tempat berskala besar seperti upacara pembukaan dan penutupan untuk lebih dari 1.000 orang, baseball, dan tanah, dan kompetisi setelah jam 9 malam tidak akan ada penonton, misalnya kompetisi yang akan ada di Saitama dan Chiba.

PM Jepang minggu depan akan memutuskan perpanjangan masa tindakan prioritas di Tokyo, kemungkinan penambahan satu bulan lagi setelah mendengar komentar para ahli Kamis 8 Juli mendatang.

Namun apabila kasus Covid-19 semakin meningkat, kemungkinan besar akan diluncurkan Deklarasi Darurat ke-4 minggu depan.

Apabila Tindakan Darurat (PSBB) diluncurkan maka Pembukaan Olimpiade tanpa penonton, hanya undangan saja yang jumlahnya sekitar 1.000 orang termasuk para VIP, pers, tim atlet beserta ofisial dan para sponsor.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved