Breaking News:

Virus Corona

Pemimpin Junta Myanmar: Rusia akan Kirim 2 Juta Dosis Vaksin Virus Corona

Penguasa Junta Myanmar mengumumkan bahwa Rusia akan mengirim dua juta dosis vaksin virus corona mulai bulan ini.

Ye Aung THU / AFP
Dalam file foto yang diambil pada 19 Juli 2018 ini, Kepala Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing, panglima tertinggi angkatan bersenjata Myanmar, datang untuk memberikan penghormatan kepada pahlawan kemerdekaan Myanmar Jenderal Aung San dan delapan orang lainnya yang dibunuh pada tahun 1947, selama sebuah upacara untuk memperingati 71 tahun Hari Martir di Yangon. Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta tak berdarah pada 1 Februari 2021, menahan pemimpin yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi saat memberlakukan keadaan darurat satu tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - Penguasa Junta Myanmar, Min Aung Hlaing mengumumkan, Rusia akan mengirim dua juta dosis vaksin virus corona mulai bulan ini ke negara tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, Myanmar melaporkan rekor dalam kasus infeksi virus corona dan kematian akibat Covid-19 yang terus melonjak.

Melansir Al Jazeera, Jenderal Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta 1 Februari melawan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi, mengatakan virus itu menyebar dengan cepat di Myanmar.

Para pejabat senior pertahanan Rusia telah memberitahunya bahwa bantuan dengan vaksin sedang dalam perjalanan.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya ingin dua juta dan mereka akan memberi," katanya dalam sambutan yang disiarkan oleh televisi Myawaddy milik tentara.

Baca juga: 40 Tentara Myanmar Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan dengan Pasukan Anti-Junta

Baca juga: Junta Minta Perusahaan Telekomunikasi Aktifkan Spyware untuk Memata-matai Komunikasi di Myanmar

Dalam file foto yang diambil pada 19 Juli 2018 ini, Kepala Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing, panglima tertinggi angkatan bersenjata Myanmar, datang untuk memberikan penghormatan kepada pahlawan kemerdekaan Myanmar Jenderal Aung San dan delapan orang lainnya yang dibunuh pada tahun 1947, selama sebuah upacara untuk memperingati 71 tahun Hari Martir di Yangon. Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta tak berdarah pada 1 Februari 2021, menahan pemimpin yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi saat memberlakukan keadaan darurat satu tahun.
Dalam file foto yang diambil pada 19 Juli 2018 ini, Kepala Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing, panglima tertinggi angkatan bersenjata Myanmar, datang untuk memberikan penghormatan kepada pahlawan kemerdekaan Myanmar Jenderal Aung San dan delapan orang lainnya yang dibunuh pada tahun 1947, selama sebuah upacara untuk memperingati 71 tahun Hari Martir di Yangon. Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta tak berdarah pada 1 Februari 2021, menahan pemimpin yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi saat memberlakukan keadaan darurat satu tahun. (Ye Aung THU / AFP)

Pada Jumat (9/7/2021) kemarin saja, Myanmar melaporkan 4.320 kasus, rekor untuk hari kedua berturut-turut, dan 63 kematian.

Min Aung Hlaing mengatakan pada bulan lalu bahwa ia sedang mencari tujuh juta dosis vaksin Rusia.

Myanmar berada di tengah gelombang infeksi paling serius hingga saat ini.

Upaya untuk mengelola wabah tersebut terhambat oleh kekacauan politik nasional setelah perebutan kekuasaan oleh militer.

Ada juga laporan tentang wabah Covid di dalam penjara, termasuk di Lapas Insein yang terkenal kejam, setidaknya 40 tahanan dilaporkan dinyatakan positif pada Kamis.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved