Breaking News:

Taliban Bangkit, WNI Diminta Segera Tinggalkan Afghanistan

Perwakilan RI di Kabul meminta Warga Negara Indonesia (WNI) di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Sifatullah ZAHIDI / AFP
Pasukan keamanan Afghanistan berdiri di dekat kendaraan lapis baja selama pertempuran yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Afghanistan dan pejuang Taliban di daerah Busharan di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand 5 Mei 2021. Pesawat-pesawat tempur Amerika mendukung pasukan Afghanistan melawan sebuah pasukan utama Taliban ofensif di selatan negara itu bahkan ketika militer AS terus menekan dengan penarikan pasukan, kata para pejabat pada 5 Mei. Pertempuran sengit telah meletus di provinsi Helmand sejak akhir pekan, ketika militer AS secara resmi mulai menarik pasukannya yang tersisa. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah lewat perwakilan RI di Kabul, meminta Warga Negara Indonesia (WNI) di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Imbauan ini menyusul bangkitnya kelompok radikal Taliban yang merebut sejumlah wilayah yang ada di negara tersebut.

Termasuk merebut sebuah distrik yang ada di barat Afghanistan, yang juga menjadi perbatasan Afghanistan dengan Iran pada Kamis (8/7/2021).

"Bagi WNI yang tidak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk segera meninggalkan Afghanistan," demikian imbauan tertulis di postingan sosial media KBRI Kabul, Sabtu (10/7/2021).

Dilansir Reuters, dalam sepekan Taliban telah menyerbu sejumlah area di negara yang berbatasan dengan 5 negara lainnya itu.

Diketahui Afghanistan berbatasan dengan Iran, Tajikistan, Turkmenistan, China, dan Pakistan.

Baca juga: Taliban Mengklaim Telah Menguasai 85 Persen Wilayah Afghanistan

Penyerangan Taliban buntut berakhirnya intervensi yang dilakukan pasukan Amerika dalam kurun 2 dekade terakhir, yang membuat keamanan domestik Afghanistan Kembali memburuk.

Pertempuran sengit juga terjadi di wilayah provinsi Balkh yang berbatasan dengan Uzbekistan, antara tentara Afghanistan dengan Taliban.

"Mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Afghanistan saat ini, KBRI Kabul meminta kepada Warga Negara Indonesia untuk sangat berhati-hati dan waspada serta terus memperhatikan informasi perkembangan keamanan setempat," tulis KBRI.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) lewat Jubir Teuku Faizasyah masih menunggu data total WNI yang ada di Afghanistan dari KBRI.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved