Iran Vs Amerika Memanas
Awal Mula Muncul Isu Pezeshkian Mundur dari Kursi Presiden Iran, Singgung IRGC
Iran dengan tegas membantah bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan surat pengunduran diri. Ini awal mula isu tersebut muncul.
Ringkasan Berita:
- Isu Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Iran sempat membuat panas di kawasan.
- Teheran menuding isu tersebut sengaja diembuskan oleh media asing sebagai bentuk "permainan propaganda" untuk memicu perpecahan domestik.
- Spekulasi mundurnya Pezeshkian pertama kali mencuat dari sebuah laporan media yang berbasis di London, Iran International.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran membantah keras rumor yang menyebut Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Iran.
Teheran menuding isu tersebut sengaja diembuskan oleh media asing sebagai bentuk "permainan propaganda" untuk memicu perpecahan domestik.
Lantas, bagaimana awal mula isu tersebut muncul?
Spekulasi mundurnya Pezeshkian pertama kali mencuat dari sebuah laporan media yang berbasis di London, Iran International.
Media tersebut merilis laporan yang mengklaim bahwa Pezeshkian telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada Minggu (31/5/2026).
Dalam laporan tersebut, seorang sumber anonim mengeklaim bahwa Pezeshkian merasa frustrasi karena menganggap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengintervensi urusan eksekutif dan memonopoli keputusan-keputusan strategis negara.
Akibatnya, pemerintahan sipil disebut-sebut mengalami kebuntuan politik.
Namun, tuduhan adanya keretakan internal ini langsung dipatahkan oleh otoritas Teheran.
Mengutip WANA News Agency, sumber internal pemerintah menyatakan bahwa Pezeshkian tetap menjalankan tugas konstitusionalnya sesuai jadwal.
Untuk meyakinkan publik, media nasional Iran juga langsung menyiarkan dokumentasi foto dan video yang memperlihatkan Pezeshkian tengah menghadiri agenda resmi kedinasan pada hari yang sama.
Pemerintah Iran mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang sengaja dirancang oleh pihak asing untuk mengganggu stabilitas nasional.
Baca juga: AS dan Iran Lagi-lagi Saling Balas Serangan, Kuwait jadi Korbannya
Pezeshkian Buka Suara
Setelah isu tersebut mencuat, Pezeshkian langsung muncul di hadapan publik.
Dalam sebuah rapat kabinet formal yang digelar pada Minggu, Pezeshkian menegaskan komitmen mutlaknya untuk terus melayani dan mempertahankan bangsa Iran, apa pun risiko yang harus dihadapinya.
Di hadapan jajaran menterinya, Pezeshkian menyerukan agar seluruh elemen pemerintahan bergerak maju dengan kekuatan penuh tanpa keraguan.
Kalimat yang paling menyita perhatian adalah ketika ia menyinggung soal konsep kesyahidan yang berakar kuat dalam ideologi pertahanan negara tersebut.