Breaking News:

Restoran di Tokyo Yang Diminta Tutup Bakal Dapat Uang Subsidi 400.000 Yen

Pemerintah Metropolitan Tokyo berencana untuk menyediakan maksimum 400.000 yen per bulan sebagai dana dukungan (subsidi)  untuk penjual minuman keras

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor Pemda Tokyo di Shinjuku. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -   Pemerintah Metropolitan Tokyo berencana untuk menyediakan maksimum 400.000 yen per bulan sebagai dana dukungan (subsidi)  untuk penjual minuman keras yang penjualannya menurun karena penangguhan bisnis di restoran dan permintaan untuk jam kerja yang lebih pendek.

"Periode target subsidi akan diberikan adalah tiga bulan dari April hingga Juni, dan penerimaan aplikasi dimulai pada 1 Juli. Jadi mereka aakan menerima maksimal 1,2 juta yen subsidi nantinya," papar sumber Tribunnews.com Rabu (14/7/2021).

Saat mengajukan aplikasi subsidi, Pemerintah Metropolitan Tokyo akan menyerahkan janji tertulis yang menyatakan, "Jika kami menemukan bahwa restoran yang kami hadapi tidak menanggapi permintaan yang menyertai penangguhan penyediaan minuman beralkohol, berarti kami tidak akan membuat kesepakatan dengan restoran yang bersangkutan."

Pemda Tokyo menjelaskan, hal itu merupakan tanggapan berdasarkan komunikasi administratif dari pemerintah tertanggal 11 Juni 2021.

Menurut penghubung administrasi pemerintah, "Tidak pantas memberikan uang dukungan kepada pengedar minuman keras yang melakukan bisnis mengetahui bahwa restoran terus beroperasi tanpa menanggapi permintaan."

"Jika Anda mengetahui bahwa restoran tidak menanggapi permintaan tersebut, silakan mengambil tindakan seperti meminta operator bisnis penjualan minuman keras untuk menyerahkan dokumen yang menyatakan bahwa mereka akan berusaha untuk tidak melakukan transaksi." 

Menanggapi pencabutan permintaan pemerintah untuk tidak berurusan dengan restoran yang tidak menanggapi penangguhan minuman keras, penanggung jawab menanyakan apakah tanggapan sejauh ini perlu diubah. 

Prefektur Osaka menyediakan dealer minuman keras di prefektur, yang penjualannya menurun karena permintaan penutupan dan mempersingkat jam kerja ke restoran yang menyediakan minuman keras, juga memberikan subsidi secara nasional.

Saat mengajukan permohonan dana bantuan ini, pelaku usaha diwajibkan untuk menyampaikan sumpah tertulis, namun menurut pihak prefektur, “Jika restoran mitra bisnis tidak memenuhi permintaan prefektur, maka pihak restoran dan restoran tidak dapat melakukan kesepakatan."

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved