Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Semua Atlet Olimpiade di Jepang Diwajibkan Tes PCR 6 Jam Sebelum Bertanding

Para atlet diwajibkan untuk melakukan tes PCR selambatnya 6 jam sebelum bertanding. Jika hasilnya negatif mereka baru boleh bertanding.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Proses tes PCR atlet sebelum bertanding di Olimpiade mulai 23 Juli 2021. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selain mengikuti ketentuan yang tertulis di PlayBook Olimpiade, para atlet diwajibkan untuk melakukan tes PCR selambatnya 6 jam sebelum bertanding. Jika hasilnya negatif mereka baru boleh bertanding.

"Saya sejak dulu sudah meragukan apakah Playbook bisa mengantisipasi penularan infeksi di dalam bubble Olimpiade? Ternyata masih ada kekurangan," papar Profesor Yoshihito Niki, Wakil Direktur Pusat Pernafasan, Rumah Sakit Kurashiki Daiichi, Profesor Penyakit Menular Klinis, Sekolah Kedokteran Universitas Showa Jepang, Jumat (16/7/2021) di Fuji TV.

Namun dengan tambahan tes PCR setiap kali sebelum bertanding dianggapnya bisa membantu menekan risiko infeksi corona di ajang Olimpiade yang akan dibuka oleh Kaisar Jepang Naruhito 23 Juli 2021.

Ketentuan baru dan akan diterapkan sesuai keinginan Presiden IOC untuk melakukan seketat mungkin pemeriksaan kesehatan selama Olimpiade, akan meminta semua atlet di tes PCR selambatnya 6 jam sebelum bertanding.

Baca juga: Olimpiade 2021: Kejayaan Ganda Putra Indonesia, Tantangan Marcus/Kevin & Ahsan/Hendra di Tokyo

"Apabila negatif hasil tes PCR barulah bisa bertanding. Kalau positif corona tentu tak boleh bertanding dan harus dikarantina. Demikian kalau pelanggaran aturan Playbook akan dilarang bertanding pula," papar sumber Tribunnews.com di kepanitiaan Olimpiade, Jumat (16/7/2021).

Dia meminta para atlet untuk menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan dan aturan Playbook.

"Kalau sampai positif nama negara akan disebut juga nantinya dan mungkin kurang baik citranya nanti. Jadi tolong sangat hati-hati," tambahnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved