Breaking News:

AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Penjualan Minyak Iran ke China

Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan sanksi yang lebih ketat terhadap penjualan minyak Iran ke China.

china-embassy.org
Presiden China Xi Jinping saat menjabat sebagai Wakil Presiden China, mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Biden, pada 2011 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM -  Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan sanksi yang lebih ketat terhadap penjualan minyak Iran ke China.

Langkah yang diambil pemerintahan Joe Biden dianggap sebagai cara untuk mendorong Teheran menyimpulkan kesepakatan nuklir dan meningkatkan biaya untuk menyelesaikan negosiasi yang macet.

Melansir WSJ, negosiator AS bekerja dengan Eropa dan mitra internasional lainnya di Wina sejak April 2021 untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015, yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi luas.

Ketika pembicaraan itu goyah, AS menjalankan opsi untuk mendorong Iran agar terus bernegosiasi atau (jika tidak) menghukumnya, menurut pejabat AS dan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Baca juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Rambut, Mengurangi Masalah Ketombe hingga Rambut Bercabang

Baca juga: 8 Manfaat Minyak Kayu Putih: Terapi Sederhana Anosmia hingga Meredakan Batuk

Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara BBQ 4 Juli untuk merayakan Hari Kemerdekaan di Halaman Selatan Gedung Putih 4 Juli 2021 di Washington, DC
Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara BBQ 4 Juli untuk merayakan Hari Kemerdekaan di Halaman Selatan Gedung Putih 4 Juli 2021 di Washington, DC (Alex Wong/Getty Images/AFP)

Pejabat terkait mengatakan, satu rencana yang sedang disusun akan menghentikan penjualan minyak mentah Iran ke China, klien utama negara itu.

Langkah-langkah baru akan dilakukan jika pembicaraan nuklir gagal, kata para pejabat.

Rencana tersebut akan melibatkan penegakan agresif sanksi yang saat ini telah melarang transaksi dengan industri minyak dan perkapalan Iran melalui penunjukan baru atau tindakan hukum.

Baca juga: Negosiator Sebut AS Siap Cabut Sebagian Besar Sanksi ke Iran

Baca juga: Menlu Retno Gunakan Jejaring Negosiator Perempuan Asia Tenggara untuk Tahu Situasi di Myanmar

Presiden China Xi Jinping saat menjabat sebagai Wakil Presiden China, mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Biden, pada 2011 lalu.
Presiden China Xi Jinping saat menjabat sebagai Wakil Presiden China, mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Biden, pada 2011 lalu. (china-embassy.org)

Di masa lalu, AS memberi sanksi kepada kapten kapal tanker minyak mentah Iran tujuan Suriah dan mendapatkan penyitaan kargo bahan bakar yang dikirim Teheran ke Venezuela.

“Tidak banyak yang tersisa untuk sanksi dalam ekonomi Iran. Penjualan minyak Iran ke China adalah hadiahnya," kata satu pejabat AS.

Belum ada keputusan yang dibuat untuk melanjutkan, kata para pejabat.

Ada risiko bahwa upaya itu bisa menjadi bumerang karena mendorong Iran untuk mempercepat program nuklirnya.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved