Breaking News:

Virus Corona

'Pandemi Paralel', Inggris Tembus Rekor Kematian Akibat Narkoba Selama Pandemi Ini

Ada 4.561 kematian akibat keracunan obat pada tahun lalu, angka ini naik 3,8 persen dari 2019 dan merupakan jumlah tertinggi

nakedsecurity.sophos.com
Ilustrasi - 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Inggris dan Wales mengalami rekor jumlah kematian akibat narkoba selama pandemi virus corona (Covid-19) pada 2020, mengikuti jejak Skotlandia dan Amerika Serikat (AS) yang mengalami kenaikan serupa.

Ada 4.561 kematian akibat keracunan obat pada tahun lalu, angka ini naik 3,8 persen dari 2019 dan merupakan jumlah tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1993 silam, mayoritas korbannya adalah laki-laki paruh baya.

Setengah dari kematian ini merupakan akibat dari penggunaan obat golongan opiat, sementara kematian yang disebabkan kokain tercatat 777, angkanya naik hampir 10 persen dari 2019.

Baca juga: Dikira Dicuri, Mobil Bukti Milik Gembong Narkoba Ternyata Dipakai Kajari, Kejagung Turun Tangan

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (3/8/2021), kematian terkait penyalahgunaan narkoba meningkat selama awal 2010-an dan terus meningkat selama pandemi, dengan korban penyalahgunaan kokain menjadi semakin umum dalam data statistik.

Pendiri Pusat Perawatan Ketergantungan Inggris, Eytan Alexander mengatakan bahwa kokain telah menjadi barang yang sangat mudah dipesan seperti layanan pengiriman makanan.

"Inggris hidup dalam pandemi paralel yakni narkoba, alkohol, dan kesehatan mental. Pandemi semakin memburuk karena adanya virus corona, cukup sudah, masyarakat harus bersatu untuk mengambil tindakan nyata melawan penyalahgunaan narkoba," kata Alexander.

Sementara itu, Direktur Nasional untuk badan amal Turning Point, Clare Taylor juga memperingatkan tentang dampak pandemi Covid-19 pada mereka yang rentan terhadap penyalahgunaan zat adiktif.

Baca juga: Dalam Sehari, Jeff Smith Jalani Sidang Kasus Narkoba dengan 3 Agenda Sekaligus

"Covid-19 memang telah berdampak pada kesehatan mental bangsa, namun efek isolasi, ketidakamanan finansial, dan ketakutan telah melanda mayoritas dari mereka yang rentan, termasuk orang-orang dengan riwayat masalah narkoba atau alkohol," kata Taylor.

Kendati demikian, ia menyimpulkan bahwa setiap kematian dapat dicegah.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved