Nepal Makin Kacau, Istana dan Gedung Pemerintahan Terbakar, Perdana Menteri Mundur
Istana Singha Durbar di pusat kota Kathmandu yang menjadi sentral Pemerintah Nepal menjalankan roda pemerintahan terbakar hebat Selasa malam.
TRIBUNNEWS.COM - Situasi dalam negeri Nepal makin kacau balau setelah didera gelombang aksi demonstrasi memprotes maraknya praktik korupsi dan flexing keluarga pejabat pemerintah yang terjadi Selasa, 9 Septem ber 2025.
Istana Singha Durbar di pusat kota Kathmandu yang menjadi sentral Pemerintah Nepal menjalankan roda pemerintahan terbakar hebat Selasa malam.
Istana Singha Durbar merupakan kompleks utama pemerintahan negara itu di mana sejumlah kementerian berkantor di sana.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan bangunan bersejarah yang dibangun tahun 1908 tersebut dilalap api.
Mirip dengan aksi demonstrasi di Indonesia akhir Agustus 2025 lalu, aksi unjuk rasa di Nepal didominasi remaja usia 20-an tahun.
Aksi demonstrasi meletus pertama kali hari Senin, 8 September 2025 setelah pihak berwenang melarang platform media sosial utama, termasuk Facebook, YouTube, dan X.
Protes tersebut berujung pada kekerasan, dengan puluhan orang dipastikan tewas di Kathmandu dan sekitar 500 orang terluka, termasuk lebih dari 100 petugas polisi.
Pada hari Selasa, para demonstran menerobos gerbang barat Singha Durbar, memaksa masuk ke area terlarang dan membakar sebagian pintu masuk.
Saksi mata melaporkan bentrokan hebat dengan pasukan keamanan saat massa bergerak masuk, menurut beberapa media.
Rekaman lain yang dibagikan daring menunjukkan gedung parlemen Nepal juga terbakar, dengan dinding hangus, asap mengepul ke langit, dan api masih menyala saat kerumunan besar berkumpul di luar.
Perdana Menteri Nepal Mundur
Kisruh di Nepal yang semakin tak terkendali sepanjang hari Senin dan Selasa membuat Perdana Menteri Nepal K.P. Sharma Oli mengundurkan diri.
Tentara Nepal telah mengonfirmasi bahwa Oli dan enam menteri kabinet dipindahkan ke lokasi yang dirahasiakan setelah para pengunjuk rasa membakar kediaman perdana menteri dan wakil presiden.
Protes anti-pemerintah dan antikorupsi berubah menjadi kekerasan setelah beberapa platform media sosial utama, termasuk Facebook, YouTube, dan X, dilarang pada hari Senin. Larangan tersebut dicabut pada hari Selasa.
Baca juga: Mirip di Indonesia Demo Berdarah di Nepal Dipicu Pejabat Flexing, Pesertanya Pelajar
Tayangan visual dari Kathmandu menunjukkan asap mengepul dari gedung parlemen negara itu, yang dibakar oleh para pengunjuk rasa. Media lokal juga melaporkan bahwa rumah para menteri telah dijarah oleh kelompok besar.
Protes, yang sebagian besar dipimpin oleh orang-orang berusia akhir belasan dan awal 20-an, meletus pada hari Senin, dipicu oleh larangan media sosial. Pihak berwenang mengonfirmasi 19 kematian di Kathmandu saja, dengan sekitar 400 orang terluka, termasuk lebih dari 100 petugas polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Istana-Nepal-terbakar-OK.jpg)