Breaking News:

Afghanistan Memanas

Pemimpin Negara G7 Sepakat Satu Suara untuk Respon Taliban

Pengambilalihan secepat kilat Taliban atas negara itu bulan ini, setelah pasukan AS mulai mundur dan Presiden Ashraf Ghani

AFP/-
Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan di sepanjang pinggir jalan di Kandahar, Afghanistan, pada 13 Agustus 2021. (STR/AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Para pemimpin negara-negara maju G7 berjanji bersatu apakah akan secara resmi mengakui atau memberikan sanksi kepada Taliban ketika mereka bertemu secara virtual untuk membahas Afghanistan pada Selasa (24/8/2021), berdasarkan dua sumber diplomatik.

Diplomat asing di Washington mengatakan kerja sama menjadi tema utama dari seruan tersebut.

"Para pemimpin G7 akan setuju untuk berkoordinasi tentang apakah atau kapan mengakui Taliban. Dan mereka akan berkomitmen untuk terus bekerja sama secara erat," kata seorang diplomat Eropa seperti yang dilaporkan Reuters.

Baca juga: Wakil Presiden Afghanistan Sebut Taliban, ISIS dan Al-Qaeda Tidak Ada Bedanya

Pengambilalihan secepat kilat Taliban atas negara itu bulan ini, setelah pasukan AS mulai mundur dan Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, memicu eksodus massal yang panik dari negara itu.

Para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Jerman, Kanada, dan Jepang kemungkinan akan mengeluarkan pengakuan resmi secara terpadu, atau sanksi baru untuk mendorong Taliban mematuhi janji untuk menghormati hak-hak perempuan dan hubungan internasional.

Baca juga: Hari Ini Jepang Kembali Terbangkan 2 Pesawat, Evakuasi Warganya dari Afghanistan

Karen Pierce, utusan Inggris untuk Amerika Serikat mengatakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menekankan pendekatan terpadu selama pembicaraan G7, yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal NATO Jen Stoltenberg dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

"Kami ingin memulai proses pengembangan rencana yang jelas, sehingga kami semua dapat menangani rezim baru Afghanistan dengan cara yang terpadu dan terpadu. Kami akan menilai rezim baru dengan tindakan, bukan kata-kata," kata Pierce kepada Reuters.

Pengakuan adalah tindakan politik yang diambil oleh negara-negara berdaulat dengan konsekuensi penting, termasuk memungkinkan akses Taliban ke bantuan asing yang diandalkan oleh pemerintah Afghanistan sebelumnya.

Baca juga: Taliban Peringatkan Konsekuensi Jika Pendudukan AS di Afghanistan Diperpanjang

Sebuah perjanjian tahun 2020 yang ditandatangani oleh mantan pemerintahan Trump secara eksplisit menyatakan bahwa kelompok itu "tidak diakui oleh Amerika Serikat." Serikat sebagai negara.”

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved