Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Perencana ISIS-K Diduga Tertembak dalam Serangan Drone AS di Afghanistan Timur

Menurut pernyataan Juru Bicara CENTCOM, Kapten Bill Urban, indikasi awal menunjukkan bahwa 'AS telah membunuh target'.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
AFP/WAKIL KOHSAR
Seorang pejuang Taliban berjaga di lokasi bom bunuh diri kembar yang menewaskan ratusan orang termasuk 13 tentara AS, di bandara Kabul, Jumat (27/8/2021). AFP/WAKIL KOHSAR 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan udara terhadap perencana ISIS-K di bagian timur Afghanistan pada hari Jumat (27/8/2021) waktu setempat.

Menurut pernyataan Juru Bicara CENTCOM, Kapten Bill Urban, indikasi awal menunjukkan bahwa 'AS telah membunuh target'.

"Pasukan militer AS melakukan operasi kontraterorisme over-the-horizon hari ini terhadap perencana ISIS-K. Serangan udara tak berawak terjadi di Provinsi Nangahar Afghanistan, kami tahu tidak ada korban sipil," kata Urban.

Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (28/8/2021), serangan udara itu dilakukan AS sesaat setelah terjadinya serangkaian aksi pemboman mematikan di Bandara Hamid Karzai di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada Kamis lalu.

Serangan bom bunuh diri di dekat Bandara Kabul itu telah menewaskan 13 tentara AS dan puluhan warga sipil Afghanistan, banyak pula di antaranya disebut merupakan anggota Taliban.

Baca juga: SOSOK Hashmat Ghani, Adik Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Gani, Disebut Janji Setia pada Taliban

Setelah serangan itu, Presiden AS Joe Biden bersumpah untuk 'memburu' mereka yang bertanggung jawab atas ledakan yang turut menewaskan prajuritnya.

"Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan, kami akan memburu kalian dan kalian harus membayar semua ini," kata Biden, sesaat setelah peristiwa itu, pada Kamis lalu.

Tanggung jawab atas serangan itu telah diklaim oleh ISIS-K yang mengaku menjadi dalang di balik serangkaian teror tersebut.

Menanggapi ledakan itu, Biden menyampaikan bahwa dirinya tidak meyakini adanya kolusi antara ISIS dengan Taliban.

Ia mencatat bahwa Taliban dan AS memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan bandara serta menyelesaikan evakuasi pada 31 Agustus mendatang.

Sebelumnya, serangan udara AS terhadap ISIS-K terjadi tidak lama setelah bandara internasional di Kabul mengalami beberapa kali bom bunuh diri mematikan pada hari Kamis lalu.

Tanggung jawab atas serangan yang menewaskan 13 personel militer AS dan puluhan warga sipil Afghanistan itu pun diklaim oleh kelompok teroris ISIS-K.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved