Konflik di Afghanistan
Joe Biden Janjikan Serangan Balas Dendam Selanjutnya pada ISIS-K, Mungkin Terjadi 24-36 Jam ke Depan
Presiden AS Joe Biden menjanjikan serangan balas dendam selanjutnya pada ISIS-K. Diperkirakan, serangan akan terjadi 24-36 jam mendatang.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Whiesa Daniswara
Pihaknya juga akan mengumumkan kabinet baru dalam beberapa hari mendatang.
Saat ditanya apakah akan ada perempuan dalam kabinet baru Afghanistan, Mujahid menjelaskan hal tersebut menjadi keputusan kepemimpinan.
Ia tidak bisa mengantisipasi apapun keputusan para petinggi.
Disisi lain, Mujahid mengungkapkan para pejabat telah ditunjuk untuk menjalankan lembaga-lembaga utama, termasuk kementerian kesehatan dan pendidikan masyarakat, serta bank sentral.
Identitas Pelaku Bom

ISIS-K, afiliasi dari Negara Kelompok Islam (IS), mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang terjadi di luar bandara Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021).
Dalam sebuah pernyataan, ISIS merilis foto satu di antara pelaku bom bunuh diri yang diidentifikasi sebagai Abdul Rehman Al-Loghri.
Mengutip Sky News, Al-Loghri adalah anggota ISIS Khorasan yang sebagian besar berbasis di wilayah Khorasan, Afghanistan timur.
Huruf K dalam ISIS-K berarti Khorasan, wilayah mereka.
ISIS-K dikenal sebagai afiliasi ISIS di Afghanistan dan Pakistan.
Baca juga: Balas Bom Bunuh Diri, AS Serang Kelompok ISIS di Afghanistan dengan Pesawat tak Berawak
Baca juga: Perencana ISIS-K Diduga Tertembak dalam Serangan Drone AS di Afghanistan Timur
Kelompok ini terdiri dari militan yang meninggalkan Taliban.
"ISIS telah mengirim perwakilan ke Pakistan dan Afghanistan."
"Mereka pada dasarnya dapat mengkooptasi beberapa Taliban Pakistan yang tidak puas dan beberapa (anggota) Taliban Afghanistan untuk bergabung dengan perjuangan mereka," ujar Seth Jones, seorang spesialis Afghanistan di Center for Strategic and International Studi.
Pada Kamis, Al-Loghri disebut mengenakan rompi bunuh diri yang diledakkan sekitar pukul 17.00 waktu setempat di luar Abbey Gate.
Hal ini diungkapkan dua pejabat Amerika Serikat (AS) yang mengetahui insiden tersebut.