Jumat, 29 Agustus 2025
Deutsche Welle

Anak-anak di Cina Mulai Sekolah Hari Pertama dengan Belajar ‘Pemikiran Xi Jinping’

Ideologi politik Presiden Cina Xi Jinping dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar hingga pascasarjana. Hal ini dinilai…

 

Kementerian Pendidikan Cina mengatakan pihaknya akan memasukkan ideologi politik Xi Jinping secara samar di hari pertama sekolah tahun ajaran baru yang jatuh pada Rabu (01/09). Ideologi itu dimasukkan ke dalam kurikulum nasional, mulai dari sekolah dasar hingga program pascasarjana.

Guru-guru di sekolah dasar harus "menanam benih cinta akan partai, negara dan sosialisme di hati anak muda”, demikian menurut pemberitahuan pemerintah tentang kurikulum baru itu.

Berkaitan dengan itu, buku-buku sekolah yang baru kini dihiasi dengan kutipan bernas dari presiden Cina tersebut, lengkap dengan gambar wajahnya yang tersenyum. Siswa sekolah dasar pun disajikan bab tentang pencapaian peradaban Tiongkok dan peran Partai Komunis dalam pengentasan kemisikinan dan penanggulangan pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, pelajaran juga diselingi dengan kutipan dari Xi tentang patriotisme dan tanggung jawab, serta berbagai anekdot pertemuannya dengan warga biasa.

"Kakek Xi Jinping sejatinya sangat sibuk dengan pekerjaannya, namun tidak peduli mau seberapa sibuk pun dia, dia masih bergabung dengan kegiatan kami dan masih peduli dengan pertumbuhan kami,” demikian bunyi satu kutipan di salah satu buku teks tersebut.

‘Pemikiran Xi'

Pemikiran Xi, yang mencakup 14 prinsip, diabadikan ke dalam konstitusi pada tahun 2018. Pertemuan legislatif saat itu menghapus batas masa jabatan dan membuka jalan bagi Xi untuk memerintah tanpa batas waktu.

Beberapa prinsip dalam Pemikiran Xi di antaranya adalah "kepemimpinan mutlak Partai” atas militer dan "meningkatkan standar hidup melalui pembangunan.”

Prinsip-prinsip tersebut kini dikutip secara regular oleh para pejabat dalam berbagai konteks, mulai dari masalah penanggulangan COVID-19 hingga terkait masalah sastra dan seni. Universitas- universitas di Cina bahkan telah membuka institusinya untuk mengajarkan pemikiran Xi tersebut.

Bagaimana reaksi warga?

Dorongan indoktrinasi pemikiran politik Xi terhadap anak-anak di Cina muncul ketika partainya, Partai Komunis Cina, juga melakukan kampanye yang lebih luas untuk melawan pengaruh buruk terhadap kaum muda, seperti video game, selebriti, dan sarana pendidikan asing.

Sementara untuk anak-anak yang berusia lebih tua, buku teks yang diberikan memuat topik-topik yang lebih berat seperti tentang industri kedirgantaraan negara dan jalan untuk menjadi "kekuatan besar sosialis modern”.

Beberapa orang tua secara pribadi mengungkap kegelisahannya akan kurikulum baru ini tapi mereka menolak untuk diwawancara karena khawatir mendapat masalah.

Meski begitu, kebijakan ini disambut dengan penolakan halus dari sejumlah komentator anonim di internet.

"Cuci otak dimulai sejak kecil,” tulis salah satu pengguna platform media sosial Weibo.

"Bisakah kita menolak ini?” tanya pengguna lain.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan