Breaking News:

Adu Pintar Antara Yakuza dan Polisi Jepang Terkait Hukum Penggunaan Senjata Api

Keputusan pengadilan distrik Fukuoka dengan hukuman mati dan seumur hidup bagi top bos dan orang nomor dua Kudokai Yakuza KitaKyushu mengubah peta huk

Foto Asahi
Departemen Kepolisian Jepang melakukan penggerebegan investigasi penipuan khusus  yang dilakukan Yamaguchigumi di markas besarnya di Nadaku, Kobe bulan November 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang 

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Keputusan pengadilan distrik Fukuoka dengan hukuman mati dan seumur hidup bagi top bos dan orang nomor dua Kudokai Yakuza KitaKyushu mengubah peta hukum Yakuza Jepang dan tampak upaya adu pintar dengan polisi sebagai penegak hukum.

Menurut beberapa pejabat Yamaguchi-gumi, instruksi larangan menggunakan senjata api di masyarakat sipil pada tanggal 1 September 2021 dikeluarkan oleh Markas Besar Umum Yamaguchi-gumi ke-6 di Kobe.

Dikatakan bahwa ada sekitar 3.800 anggota Yamaguchi-gumi (sampai akhir tahun lalu), tetapi hal itu dikomunikasikan secara lisan kepada setidaknya anggota dari beberapa organisasi afiliasi Yamaguchigumi.

Apa yang tampaknya menjadi latar belakang adalah keputusan yang dijatuhkan Pengadilan Distrik Fukuoka ke puncak Kudokai dan No. 2 pada bulan Agustus lalu.

Keduanya didakwa dengan empat pembunuhan di mana anggotanya menargetkan warga sipil.

Meskipun tidak ada bukti langsung untuk mendukung instruksi manajemen puncak, pengadilan distrik Fukuoka memeriksa sistem perencanaan dan komando di mana banyak anggota berbagi peran, dan menemukan bahwa kejahatan itu didasarkan pada kolusi dan niat keduanya. Dua kasus di antaranya menggunakan pistol.

“Hasil dari keputusan Pengadilan Fukuoka tampaknya berhasil dengan tujuan dari pemberitahuan itu praktis efektif bagi kalangan Yakuza supaya menjauhkan senjata api karena ada kemungkinan langsung meninggal sang korban. Dua orang atau lebih dibunuh, pemimpin dan pembunuh pun ada kemungkinan dihukum mati,”  papar sumber Tribunnews.com Kamis (2/9/2021).

Namun apa yang diminta pimpinan Yamaguchigumi kemarin secara resmi kepada anggotanya ? Apakah karena ketakutan anggota bergerak malah pimpinan yang dihukum mati ?

“Pengumuman resmi kemarin hanya bukti resmi kami secara hukum Yamaguchigumi telah melarang anggotanya menggunakan senjata api di tengah masyarakat sipil. Jadi pemimpin pun telah resmi secara hukum melindungi diri dari segala tuntutan hukum terutama terkait penggunaan senjata api yang sangat berat hukumnya di Jepang,” ungkap sumber Tribunnews.com Kamis (2/9/2021).

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved