Breaking News:
BBC

Afghanistan: Eks Presiden Ghani minta maaf kabur ke luar negeri demi

Ashraf Ghani langsung meninggalkan Afghanistan saat milisi Taliban bergerak ke Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus lalu

 

Afghanistan
Reuters
Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang melarikan diri ke luar negeri.

Mantan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, minta maaf kepada rakyatnya setelah melarikan diri ke luar negeri untuk mengungsi ke Uni Emirat Arab. Permintaan maaf ini muncul setelah Taliban membentuk pemerintahan baru.

"Meninggalkan Kabul adalah keputusan tersulit dalam hidup saya," ujarnya, sambil menambahkan dia menyesal karena "tidak dapat mengakhirinya dengan cara yang berbeda".

Ghani langsung meninggalkan Afghanistan saat milisi Taliban bergerak ke Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus lalu.

Dia mengaku tidak bermaksud meninggalkan rakyatnya, namun "hanya itulah satu-satunya cara."

Baca juga:

Ghani juga membantah tuduhan yang dia anggap "tidak berdasar" bahwa dia pergi sambil membawa uang senilai $169 juta (lebih dari Rp2,4 triliun).

Dalam pernyataan yang disiarkan lewat Twitter Rabu (8/9) Ghani mengatakan bahwa kepergiannya ke luar negeri demi menghindari meluasnya kekerasan.

"Saya pergi atas desakan pihak keamanan istana, yang menasihati saya bahwa untuk tidak mengambil risiko memicu pertempuran jalanan yang sama yang diderita kota ini selama perang saudara tahun 1990-an," cuitnya.

Dia menambahkan bahwa dia pergi untuk "menyelamatkan Kabul dan enam juta penduduknya."

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved